Biaya Terjangkau, Suntik TT Wajib Dilakukan Wanita Sebelum Menikah

Suntik TT - www.merdeka.comSuntik TT - www.merdeka.com

Pemberian rupanya bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak saja. Sebelum menikah, para pun ternyata juga diwajibkan oleh pemerintah untuk melakukan suntik TT (Tetanus Toksoid) untuk meminimalisir jumlah yang terserang tetanus. Vaksinasi tersebut diwajibkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) sejak tahun 1986 silam. Nantinya pihak KUA akan memberi surat pengantar ke puskesmas agar calon mempelai wanita memperoleh TT.

Vaksin TT biasanya diberikan maksimal 1 bulan sebelum menikah dan dilakukan secara berkala sebanyak 5 kali. Rentang waktu antara pemberian vaksin TT1, TT2, TT3, TT4, dan TT5 kabarnya berbeda-beda, mulai dari 4 minggu hingga 1 tahun. Biaya suntik vaksin di puskesmas cukup murah, berkisar antara Rp 10 ribuan hingga Rp 40 ribuan dan fungsinya untuk mencegah penyakit tetanus.

Vaksin TT dianggap perlu diberikan pada para wanita untuk mencegah penyakit tetanus pada bayi. Penyakit yang disebabkan oleh Clostridium tetani ini berpotensi muncul ketika persalinan. Pasalnya, ada kemungkinan alat-alat persalinan yang digunakan tidak steril.

“Bagi wanita jangan takut suntik tersebut karena ada jaraknya. Suntik pertama dan kedua sebulan, dan berlanjut ada jangka waktunya,” ujar Bidan Puskesmas Bontang Selatan I, Desi Ekawati. Biasanya akan ada tertera dari puskesmas atau tempat setempat untuk pelaksanaan suntik TT.

Tetanus atau yang juga dikenal dengan sebutan lockjaw bekerja dengan menginfeksi urat saraf dan otot, sehingga saraf dan otot menyebabkan bayi menjadi kaku. Akibatnya, bayi berkulit pucat pasi karena tak mampu menyusu ASI dari sang ibu.

Desi pun menyebutkan bahwa sebenarnya ada kekhawatiran jika sejenis neurotoksin yang diproduksi Clostridium tetani juga terjangkit dari sang ayah. “Dikhawatirkan sang ayah bekerja di wilayah bangunan, ada banyak paku dan menginjak paku berkarat,” jelas Desi.

Menurut Desi, suntik TT pada pria sebenarnya juga perlu. Tetapi sayang suntik TT pada pria masih sebatas wacana saja. “Ada wacana kalau pria juga harus divaksin. Sayangnya itu masih wacana saja,” ungkapnya.

Loading...