Alternatif Selain Operasi, Biaya Terapi Skoliosis Diklaim Relatif Lebih Terjangkau

Ilustrasi : Seorang anak menjalani terapi skoliosis - www.sehatq.com

Selama ini masih banyak orang yang menyepelekan posisi postur yang benar dalam beraktivitas sehari-hari. Pasalnya, tidak semua orang tahu betul akan risiko dari penyakit kelainan tulang belakang seperti skoliosis. Pada kondisi lengkung tulang belakang yang parah, biasanya dianjurkan untuk melakukan dengan yang tentunya cukup mahal. Namun, berkat kemajuan zaman ternyata scoliosis pada kondisi tertentu masih bisa disembuhkan ke posisi normal dengan bantuan .

Skoliosis sendiri adalah deformitas tulang belakang yang menggambarkan deviasi vertebra ke arah lateral dan rotasional. Kelainan tersebut didefinisikan sebagai kelengkungan tulang belakang ke arah lateral yang mempunyai sudut Cobb lebih dari 10 derajat. Skoliosis bisa terjadi karena kelainan kongenital, kelainan pembentukan tulang, kelainan neurologis. Pada sebagian kasus bersifat idiopatik atau terjadi karena kebiasaan atau kecelakaan.

“Skoliosis dapat terjadi sejak balita dan kanak-kanak yaitu usia 0-3 tahun (infantile), 4-9 tahun (juvenile), 10-19 tahun (adolescent), dan lebih dari 19 tahun (adult). Progresivitas skoliosis terjadi pada umur 10-18 tahun. Pada -anak, skoliosis dapat tumbuh menjadi kondisi yang serius karena berkembang sangat cepat seiring pertumbuhannya,” jelas Fisioterapis Scoliosis Care Nistriani T.P Kusaly, seperti dilansir Bisnis.

Skoliosis pun bisa dialami orang dewasa yang tidak memiliki sejarah kondisi ini akibat degenerasi pada tulang belakang dan usia bertambah tua. Apabila dilihat berdasarkan jenis kelamin, scoliosis lebih banyak terjadi pada perempuan karena perempuan jumlah ototnya lebih lemah.

“Jika seseorang memiliki genetik skoliosis tapi gaya hidupnya baik maka risiko terkena skoliosis kecil sekali. Kalau memiliki faktor genetik, diperburuk dengan lifestyle yang buruk maka akan besar risiko menderita skoliosis. Tapi kalau nggak ada keturunan skoliosis tapi lifestyle-nya buruk, bisa mengalami skoliosis tapi lengkungannya tidak separah yang memiliki faktor keturunan,” ujarnya.

Adapun untuk terapi scoliosis ada bermacam-macam. Beberapa orang menggunakan brace atau penyangga punggung khusus. Biaya terapi semacam itu berkisar mulai Rp30 jutaan. Kemudian ada juga terapi dengan teknik pemijatan (anmo) yang dipadu teknik chiropractic di Tung Mei Jakarta Selatan yang menurut beberapa tahun silam mematok sekitar Rp300 ribuan.

Loading...