Biaya Beragam, Begini Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19

Test Covid-19 - www.ayobandung.comTest Covid-19 - www.ayobandung.com

Surat keterangan bebas Covid saat ini menjadi salah satu persyaratan yang dibutuhkan bagi yang hendak melakukan dari dan ke luar . Masyarakat yang hendak kembali ke perlu melengkapi berkas seperti surat keterangan bebas Covid-19 dan juga surat izin keluar masuk (SIKM). Surat keterangan bebas Covid-19 harus dibuktikan dengan adanya surat keterangan rapid test atau PCR negatif. untuk melakukan tes tersebut bisa sangat beragam, tergantung di mana melakukannya.

Menurut Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Provinsi DKI Jakarta dr. Ngabila Salama, surat keterangan bebas Covid-19 bisa diperoleh dengan meminta ke pelayanan yang menyediakan. “Ke /klinik/laboratorium swasta. negeri, tidak bisa untuk syarat SIKM,” kata dr. Ngabila, seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut dr Ngabila memaparkan, kesehatan milik pemerintah tidak bisa untuk dijadikan rujukan surat keterangan rapid test atau PCR dengan sejumlah alasan, di antaranya dalam edaran dinas kesehatan disebutkan bahwa tes hanya untuk indikasi medis dan perawatan pasien, serta mengingat keterbatasan logistik.

“Terkait mobilitas dan izin keluar masuk menggunakan anggaran mandiri, kecuali ada indikasi rapid test pada kontak erat atau ODP. Tapi, kalau tidak ada gejala atau kontak erat dianggap mandiri,” ungkap dr Ngabila.

Untuk mendapatkan surat keterangan bebas , biasanya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan rapid test sekitar Rp200 ribu, sedangkan untuk tes PCR berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta. Sementara itu, di Sorong sana biaya untuk mengurus surat bebas Covid-19 kabarnya cukup mahal, mencapai Rp950 ribu.

Prosedur mendapat surat keterangan bebas Covid-19 tak perlu surat pengantar dari puskesmas, dokter, atau instansi lain. Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan surat keterangan bebas Covid-19 dapat langsung datang ke pelayanan kesehatan yang menyediakan. Untuk mendapat surat keterangan bebas Covid-19, masyarakat dapat memilih salah satu, apakah memakai rapid test saja atau PCR saja. “Minimal rapid test,” katanya. Adapun untuk rapid test negatif berlaku 3 hari dan PCR negatif berlaku 7 hari.

Loading...