Memiliki Biota Laut yang Masih Alami, Biaya Snorkling Pantai Sadranan Terjangkau

Aktivitas snorkeling di laut dangkalAktivitas snorkeling di laut dangkal

Saat berlibur ke , rasanya belum lengkap jika tidak menikmati di kawasan Gunung Kidul. Pasalnya, ada banyak yang menarik dan eksotis di sana, misalnya saja Sadranan. yang ombaknya tenang ini bahkan disebut cocok untuk digunakan bermain snorkeling. Biaya snorkling di Sadranan pun relatif terjangkau, hanya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp50 ribu untuk peralatan snorkeling. Sedangkan tiket masuk Pantai Sadranan sekitar Rp10 ribu per orang.

Di pantai yang terletak di Dusun Pule Gundes, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus ini para akan menemukan keunikan yang belum tentu dapat ditemukan di pantai lain yang ada di Gunungkidul. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Pantai Sadranan, pengunjung bakal disambut hamparan pasir putih yang indah. Pantai satu ini memiliki garis pantai yang tak terlalu panjang dan diapit bukit karang di sisi kanan dan kirinya.

Selain snorkeling di dekat bibir pantai, pengunjung juga bisa melakukan olahraga air lain seperti naik perahu kano selama berada di Pantai Sadranan. Untuk menyewa kano, pengunjung akan dikenai antara Rp50 ribu hingga Rp75 ribu.

Menurut Jarwo, salah seorang pengelola pantai, kegiatan snorkeling di Pantai Sadranan baru dimulai dari tahun 2014 lalu. “Awalnya adalah anggota SAR Wonosari yang mencoba snorkeling di sini dan mengatakan bahwa Sadranan bisa menjadi spot snorkeling yang menarik,” jelas Jarwo, seperti dilansir Kompas.

Di Pantai Sadranan ada beberapa lokasi snorkeling yang , misalnya spot Watu Pecah dan Kali Senggoro. Kedua spot tersebut disukai sebagai lokasi snorkeling karena kabarnya mempunyai pemandangan biota laut yang masih alami dan menarik. Ada banyak terumbu karang yang memesonan dengan aneka spesies ikan yang cantik, seperti ikan Kepe-Kepe, Areng-Areng, Moorish Idol, Botana Kuning (Yellow Tang), Botana Achilles, Ikan Lepu (Scorpion Fish).

Lebih lanjut Jarwo menambahkan, kegiatan snorkeling di Pantai Sadranan sebaiknya dilakukan saat air laut mulai surut, yakni pada pagi hari, tengah hari, atau sore hari menjelang sunset (matahari terbenam). Pada waktu-waktu tersebut kondisi air laut sudah lebih tenang dan tidak keruh karena ombak. Ketika air sedang surut, ikan-ikan bawah laut pun menjadi lebih mudah terlihat.

Loading...