Penting untuk Industri Pariwisata, Berapa Biaya Sertifikasi MICE?

Ilustrasi: liason officerIlustrasi: liason officer

MICE merupakan singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, Exhibition. MICE sendiri termasuk jenis kegiatan yang ada dalam industri . Umumnya, kegiatan ini sudah direncanakan secara matang oleh suatu kelompok untuk menyelenggarakan suatu kegiatan. Tiap SDM (sumber daya manusia) dalam MICE pun direkomendasikan memiliki khusus guna memenuhi standar kompetensi kerja sesuai bidangnya. sertifikasi MICE dipatok beragam, tergantung dari bidang yang diambil.

Dilansir dari situs resmi LSP ( Sertifikasi Profesi) MICE, biaya uji baru untuk Venue Management Rp3,2 juta, Liaison Officer tarif-nya Rp3,2 juta, Registration Rp3,2 juta, Logistic Rp2,7 juta, Marketing Communication dikenai biaya Rp2,7 juta, demikian pula untuk Standbuilding dan Destination Bidding, biaya sertifikasi masing-masing Rp2,7 juta.

Seperti diketahui, bisnis MICE di Indonesia hingga kini masih terpusat di dua kota besar, yaitu Jakarta dan Bali. dinilai perlu meningkatkan perannya guna mendorong peningkatan bisnis MICE di Indonesia. Sayangnya, kabarnya sudah tak lagi memberi subsidi untuk biaya sertifikasi.

“Mulai tahun ini (2014) pemerintah [Kemenparekraf] tidak lagi memberikan subsidi biaya sertifikasi sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk itu,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Wini Yoniton tahun 2014 lalu, seperti dilansir Bisnis.

Wini pun menyarankan supaya pemerintah tak hanya melakukan sertifikasi, tetapi juga memerhatikan penyusunan regulasi serta aturan pendukung dalam pengembangan bisnis MICE ke depannya. Regulasi yang dibuat sebaiknya tidak kontraproduktif dengan semangat dalam mendukung pengembangan industri MICE.

Pada tahun 2020 ini, Kemenparekraf bahkan berencana memprioritaskan pengembangan industri MICE, khususnya di era new normal. Penyelenggaraan kegiatan ke depannya diharapkan dapat memadukan antara event secara online dan offline.

MICE memiliki tingkat rata-rata lama tinggal dan ASPA (Average Spending per Arrival) lebih tinggi dibanding leisure. MICE rata-rata punya kemampuan pengeluaran US$2.000 per hari dengan rata-rata lama menginap selama lima hari,” ungkap Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani.

“Nantinya kami akan mendorong untuk menggeliatkan domestik lebih dulu agar kembali mulai melaksanakan kegiatan MICE di destinasi. Termasuk di dalamnya kita dorong pertemuan-pertemuan pemerintah dan korporasi agar lebih banyak di dalam negeri,” tandasnya.

Loading...