Penting untuk Berbagai Bidang Kerja, Biaya Sertifikasi K3 Umum Berkisar Mulai Rp5 Juta

Biaya Sertifikasi Keahlian Khusus - www.oneaccountancy.comBiaya Sertifikasi Keahlian Khusus - www.oneaccountancy.com

Dalam dunia kerja, memiliki sertifikat keahlian memang sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, terutama bagi yang bekerja di bidang konstruksi atau lainnya. Saat ini setidaknya para fresh graduate di sejumlah bidang diharuskan memiliki sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Umum. Adapun biaya sertifikasi K3 Umum untuk fresh graduate berkisar mulai Rp5 juta, sedangkan untuk kalangan pekerja atau umum biasanya mulai Rp7 juta.

Setidaknya ada 2 yang mengeluarkan sertifikasi K3 Umum, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Badan Nasional Sertifikasi (BNSP). Sertifikat K3 Umum bisa digunakan untuk ruang lingkup pekerjaan di berbagai bidang seperti konstruksi, listrik, kimia, migas dan tambang, dan masih banyak lagi.

Dengan mengikuti ahli K3 umum, para peserta diharapkan dapat mengetahui tugas dan kewajibannya dalam menjalankan prosedur, sistem, serta proses keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja sesuai dengan peraturan dan undang-undang (UU) yang berlaku.

“Peran mahasiswa sebagai penerus generasi konstruksi sangat penting. Sehingga kami menginisiasi program bimbingan teknis K3 Konstruksi, sekaligus pelatihan untuk Ahli K3 Konstruksi Muda, agar mereka mampu dan siap bersaing di era Ekonomi Asean (MEA),” kata Direktur dan SDM PT Brantas Abipraya, Suradi, seperti dilansir Galamedianews.

Lebih lanjut Suradi mengemukakan, bimbingan teknis yang diberikan pada mahasiswa calon tenaga ahli konstruksi ini adalah salah satu cara sosialisasi mengenai pentingnya tenaga kerja bersertifikat yang kompeten untuk memastikan tenaga kerja nasional memiliki nilai tambah, yakni lebih kompeten dan produktif.

Pada kesempatan yang sama Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah, Danang Atmojo menuturkan jika kelengkapan sertifikat kompetensi akan memudahkan mahasiswa dalam mencari pekerjaan. Ia pun mengingatkan bahwa tantangan dalam dunia kerja jasa konstruksi juga berkaitan dengan inovasi , bukan sebatas sertifikat.

“Selama ini yang dipahami di bidang jasa konstruksi hanya pada pekerja. Kalau pekerja sudah pakai pakaian kerja lengkap, pakai helm kerja dan lain-lain dianggap cukup. Padahal kalau terjadi musibah kejatuhan balok, bisa jadi masalah. Untuk mencegah itu perlu inovasi teknologi agar tidak sampai terjadi balok jatuh,” tegasnya.

Loading...