Pakai Kurikulum Internasional, Segini Biaya Sekolah Gandhi Memorial Intercontinental School

Gandhi Memorial Intercontinental School Jakarta - www.eductory.com

Gandhi Memorial Intercontinental School adalah sebuah yang memiliki beberapa di , mulai dari di kawasan Kemayoran-Jakarta, Bali, hingga Kota Semarang. yang telah berdiri sekitar tahun 1950 silam ini membuka jenjang mulai tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga SMA dengan biaya yang cukup mahal.

Salah satu sekolah internasional tertua di Indonesia ini menerapkan International Baccalaureate (IB) dan fokus pada pertumbuhan anak dengan mengembangkan kemampuan , fisik, sosial, emosional, dan budaya. GMIS diberi wewenang sejak tahun 1996 untuk menawarkan Diploma IB, seperti IB Primary Years Programme (PYP), IB Middle Years Programme (MYP), dan IB Career Related Programme (IBCP).

Untuk bersekolah di GMIS, para orang tua harus bersiap mengeluarkan biaya mulai puluhan juta . Di tingkat Nursery, KG, dan Prep di GMIS Bali misalnya, pada tahun 2020 ini biaya sekolah masing-masing sebesar Rp56 juta, kemudian untuk kelas 1-5 SD biayanya masing-masing Rp75 juta, kelas 6-8 dikenai biaya masing-masing Rp98 juta, kelas 9-10 Rp120 juta, dan kelas 11-12 biayanya Rp130 juta.

Meski berstatus sekolah internasional, Gandhi Memorial Intercontinental School menegaskan bahwa pihaknya tetap menjadikan Pendidikan Pancasila sebagai pelajaran wajib untuk siswa. “Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan harus tetap ada dan wajib. Bahasa Indonesia juga,” ucap President Gandhi Seva Loka (GSL) Indonesia Shyam Rupchand Jethnani di Semarang beberapa tahun lalu, seperti dilansir Bisnis.

Pria keturunan India itu menuturkan bahwa GSL Indonesia memiliki tujuan untuk memajukan generasi muda Indonesia. GMIS dikatakan tidak akan meninggalkan kurikulum nasional sebagai pelajaran wajibnya. “Semua sekolah yang ada di Indonesia wajib ada Pendidikan Pancasila. Seluruh siswa harus tahu apa Pancasila dan bagaimana ber-Pancasila. Ini penting,” terangnya.

Terkait kurikulum IB, Shyam menerangkan bahwa IB menerapkan pada pembelajaran yang membuat anak terdorong untuk berpikir mandiri dan kreatif, bukan dengan terus membaca dan melihat buku. “Sekolah kami sudah ada sejak 1950 di Jakarta. Kami memang mengacu pada sekolah internasional dengan kurikulum mengadopsi IB yang sebenarnya lebih kepada pembelajarannya,” tandasnya.

Loading...