Pangkalan Data Jurnal Internasional, Berapa Biaya Publikasi Scopus?

Biaya Publikasi Scopus - sabyan.orgBiaya Publikasi Scopus - sabyan.org

Kalangan akademisi tentunya sudah tak asing lagi dengan beberapa pangkalan data pustaka jurnal-jurnal penelitian bermutu seperti Scopus, Sage, Taylor & Francis, Springer, hingga ISI Thomson. Beberapa kadang merasa ragu untuk mempublikasikan jurnal ilmiah karena merasa bahwa publikasi jurnal ilmiah di situs seperti Scopus membutuhkan yang mahal. Padahal kabarnya, jika format yang ditulis bagus, baik, dan benar, maka publikasi jurnal di Scopus tak berbayar alias .

Meski demikian, ada beberapa penyedia yang menawarkan biaya semacam bimbingan agar jurnal ilmiah peneliti bisa segera dipublikasikan di Scopus. Adapun biaya pendampingan hingga jurnal berhasil dimuat di Scopus berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 jutaan. Pembayaran biasanya dapat dilakukan usai jurnal berstatus accepted atau diterima.

tersebut umumnya meliputi jasa scientific writing atau penerjemahan paper berdasar makna kalimat yang sesuai dengan kaidah penulisan saintifik publikasi , kemudian ada native proofreading dan plagiarism correction, hingga asistensi publikasi paper hingga berhasil atau accepted. Tiap penyedia jasa bisa menawarkan pelayanan yang berbeda-beda.

Agar jurnal ilmiah dapat terindeks di pangkalan data pustaka internasional, maka peneliti perlu mempelajari penulisan ilmiah dan format yang ada, termasuk artikel-artikel terbaru yang diterbitkan jurnal internasional.

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) Dede Heri Yulianto, jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi adalah terbitan berkala ilmiah yang memenuhi kriteria jurnal internasional. Jurnal tersebut mempunyai kriteria tambahan terindeks oleh pangkalan data internasional bereputasi, seperti Scopus dan Web of Science.

Dede menuturkan, agar jurnal bisa terbit di jurnal ilmiah internasional bereputasi menengah dan tinggi, maka teknik penulisan ilmiah harus diperhatikan. “Membaca sebanyak-banyaknya jurnal terkait bidang kita, pelajari cara menuliskan kalimat-kalimat, mulai dari alur introduction hingga discussion. Pelajari kapasitas data yang tampil dan dimuat dalam artikel tersebut. Perhatikan bagaimana artikel jurnal yang diterbitkan dengan mempelajari istilah baru di bidang kita, khususnya dari artikel-artikel terbaru untuk mencontoh formatnya,” papar Dede, seperti dilansir Lipi.go.id.

Loading...