Biaya Sampai Puluhan Juta Rupiah, Barang Impor Seperti Mainan Wajib Kantongi SNI

Mainan SNI - beritagar.idMainan SNI - beritagar.id

Sejak beberapa tahun lalu dibuat resah dengan penerapan aturan terkait Standar Indonesia (SNI) untuk barang-barang atau yang dibeli dari luar negeri. Bahkan sempat viral aksi salah seorang yang membakar mainan impor asal luar negeri karena sempat ditagih SNI wajib oleh petugas Bea Cukai. Padahal mainan impor tersebut harganya tidak seberapa dan hanya dikhususkan kepentingan pribadi, alias . Lalu seberapa mahal sebenarnya biaya mengurus SNI untuk barang impor?

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55 Tahun 2013 tentang pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) setiap barang yang tertuang dalam beleid tersebut wajib SNI. Menurut Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, biaya pembuatan SNI wajib untuk suatu rupanya tidak menentu, tetapi rata-rata bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Biaya tergantung LSPro-nya, tergantung mainan, bahan, cat, warna,” jelas Gati, seperti dilansir Detik.

Di samping itu, waktu atau durasi pengurusan SNI setiap barang impor juga bisa berbeda-beda, lantaran jumlah komponen atau artikel dari suatu produk mainan satu dengan yang lain berbeda. “Satu bahan baku satu pengujian, kurang lebih Rp 10-Rp 20 juta,” bebernya.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) sendiri melalui website resminya menjelaskan bahwa pada prinsipnya penerapan/sertifikasi SNI bersifat sukarela dan tidak semua produk yang beredar di Indonesia sudah ada SNI-nya. Akan tetapi, untuk jenis produk tertentu yang telah diwajibkan, maka wajib mengantongi SNI. Berdasarkan peraturan Kemenperin, ada sekitar 100 produk yang wajib SNI, termasuk di antaranya mainan, kaca untuk bangunan, dan sebagainya.

Beberapa sendiri mengaku tidak terlalu mempermasalahkan aturan SNI untuk mainan impor. “Perbandingan harga antara barang mainan impor maupun lokal hampir sama sehingga kalaupun ada pembatasan barang impor baik itu ber-SNI maupun tidak, tidak akan terlalu merugikan maupun konsumen,” ujar salah seorang pengelola Toko Mainan Mega Toys, Nano di Solo.

Adapun cara mengurus SNI barang impor seperti mainan asal luar negeri ternyata dibutuhkan beberapa dokumen persyaratan seperti surat permohonan yang ditujukan pada Direktur Industri Tekstil Kulit Alas Kaki dan Aneka Direktorat Industri Kimia Tekstil dan Aneka. Kedua, surat data pemohon. Ketiga, fotokopi SIUP/IUI, TDP, NIK, NPIK, API (ruang lingkup mainan anak).

Keempat, fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Kelima, produk. Keenam, dalam rangka impor produk digunakan sebagai permohonan SPPT-SNI dengan melampirkan pertama surat pendaftaran (registrasi) SPPT-SNI, kedua fotokopi dokumen BAPC (berita acara pengambilan ). Yang ketujuh, surat kuasa pengurusan pertimbangan teknis SNI mainan secara wajib (meterai Rp 6.000).

Loading...