Penting untuk Melihat Struktur Gigi, Berapa Biaya Rontgen Gigi di Biomedika?

Klinik Bio Medika (sumber: biomedika.co.id)Klinik Bio Medika (sumber: biomedika.co.id)

gigi termasuk salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan oleh para pasien yang hendak melakukan tindakan tertentu, seperti cabut gigi bungsu atau bahkan bagi mereka yang hendak memasang behel (kawat gigi). Hampir setiap besar di Indonesia menyediakan gigi panoramic, mulai dari Lab Prodia, Pramita, Parahita, hingga Biomedika. Biaya untuk gigi beragam, tergantung di laboratorium mana melakukannya.

Sebagai , di Laboratorium Bio Medika termasuk salah satu tempat yang banyak direkomendasikan untuk melakukan rontgen gigi. Pasalnya, biaya rontgen gigi di Laboratorium Biomedika kabarnya relatif terjangkau, sekitar Rp229 ribu saja. Biaya rontgen gigi di Bio Medika ini dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Beberapa di antara pasien mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa para dokter menganjurkan melakukan foto rontgen terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan? Hal ini rupanya dijawab oleh Dr drg Menik Priaminiarti, SpRKG (K), Spesialis Gigi Konsultan dari RS Pondok Indah-Pondok Indah. Menurut drg Menik, sebagian besar kelainan di bidang gigi memang membutuhkan pemeriksaan radiografis terlebih dahulu.

Dengan adanya foto rontgen, maka dokter bisa melihat seluruh struktur tulang rahang dan gigi, termasuk bagian-bagian yang tak terlihat melalui pemeriksaan langsung seperti gigi yang tak bisa tumbuh. “Dengan demikian, dokter dapat menegakkan diagnosisnya dan membuat rencana perawatan yang akurat bagi pasien. Usai perawatan pun, dokter bisa meminta Anda melakukan pemeriksaan radiografis kembali untuk menilai kemajuan dan hasil perawatan, serta memeriksa pertumbuhan dan perkembangan kondisi gigi dan rahang selama perawatan,” ungkap drg Menik.

Ada beberapa teknik radiografi yang banyak dipakai. Misalnya saja radiograf panoramik yang memberi gambaran lengkap tentang rahang atas dan bawah sekaligus, serta sejumlah struktur anatomis yang berdekatan. Kemudian ada juga teknik sefalometri lateral yang mengambil foto x-ray pada bagian samping kepala secara keseluruhan.

Teknik radiografi yang lebih baru dan akurat adalah radiografi 3 dimensi (3D) menggunakan cone beam computed tomography (CBCT). Teknik ini merupakan pengembangan dari CT scan, namun dikhususkan kepala dan leher, sehingga bisa menunjukkan kondisi rahang dan gigi dari berbagai sisi termasuk potongan melintangnya.

Loading...