Alat Tes Terus Diperbanyak, Apakah Rapid Test Covid-19 Dikenai Biaya?

Alat Rapid Test Covid-19 - www.liputan6.comAlat Rapid Test Covid-19 - www.liputan6.com

Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk memperbanyak alat yang digunakan untuk rapid coronavirus (Covid-19). Dengan demikian, deteksi dini kemungkinan indikasi awal seseorang terpapar virus corona bisa dilakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Rapid yang diselenggarakan pemerintah ini pun kabarnya tak dipungut , alias gratis.

“Saya minta rapid test terus diperbanyak dan juga perbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan RS baik pemerintah, milik BUMN, pemda, RS milik TNI, polri dan swasta dan lembaga riset dan perguruan tinggi yang mendapatkan rekomendasi Kementerian ,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Sebagai , rapid test adalah salah satu tes untuk mendeteksi secara cepat SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Berbeda dengan metode selama ini yang menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang mengambil usapan lendir dari atau tenggorokan, rapid test dilakukan dengan cara mengambil sampel darah Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, keuntungan metode ini adalah prosesnya tak membutuhkan sarana laboratorium pada bio-security level dua. Dengan demikian, rapid test dapat dilakukan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Doni Monardo menuturkan bahwa industri dalam negeri kini juga tengah bersiap menciptakan alat bantu medis seperti ventilator (alat bantu pernapasan) hingga test kit PCR. “Bio Farma dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) telah merampungkan test kit PCR (Polymerase Chain Reaction),” ujar Doni, Senin (27/4).

Sebelumnya sempat beredar isu yang menyebutkan bahwa biaya rapid test Covid-19 dikenai sebesar Rp300 ribu per orang. Namun kabar ini segera dibantah oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto. “Tidak ada biaya serupiah pun. Semua menjadi tanggung jawab pemerintah. RDT hanya akan dilaksanakan terhadap orang yang diduga kuat pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, atau mereka yang pernah bepergian ke atau dari kawasan outbreak Covid-19,” tuturnya.

Loading...