Jadi Syarat Perjalanan Domestik, Biaya Rapid Test di Jakarta Masih Dikeluhkan Mahal

Biaya Rapid Test - www.parentstory.comBiaya Rapid Test - www.parentstory.com

Meski kini mulai melonggarkan aturan untuk melakukan perjalanan antar di , masih banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya rapid yang cukup mahal. pemeriksaan ini pun kabarnya baru tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, , dan sebagainya. Sedangkan untuk daerah-daerah masih belum banyak tersedia.

Hal ini diakui menjadi salah satu ganjalan bagi , khususnya maskapai penerbangan untuk bangkit. “Misalkan di daerah, tidak semua tersedia PCR, tetapi mereka membawa surat keterangan sehat dari Puskesmas atau dari rumah sakit. Tetapi ada bandara juga yang masih ngotot meminta rapid test,” kata Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait, Kamis (11/6/2020), seperti dilansir CNBC Indonesia.

Meski demikian, pemerintah kini telah mengatur bahwa PCR bukan lagi menjadi kewajiban untuk penumpang rute domestik. Dalam peraturan baru disebutkan bahwa tes kesehatan yang menggunakan rapid test memiliki masa berlaku 3 hari dan PCR masa berlakunya 7 hari. Jika kedua metode tes tersebut tak tersedia di daerah asal, calon penumpang setidaknya harus memperoleh surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari rumah sakit/puskesmas.

“Nah sekarang Perhubungan kan sudah mengatakan nggak perlu PCR, rapid test cukup, ini menurut saya sebenarnya yang harus dipikirkan untuk mempercepat normalnya itu bagaimana harga rapid test ini menjadi lebih murah,” papar Edward.

Sayangnya, sampai saat ini biaya rapid test di Jakarta memang tergolong mahal, masih berada pada kisaran ratusan ribu rupiah. Sebagai contoh, di kawasan Jakarta Selatan seperti di RS Pusat Pertamina (RSPP) biaya pemeriksaan skrining Covid-19 bagi pasien yang membawa alat rapid test sendiri dikenai Rp75 ribu, sedangkan untuk rapid test (total immunoglobulin) biayanya Rp350 ribu.

Lalu, di RS Pondok Indah Rp480 ribu, Siloam Hospitals sekitar Rp489 ribu, dan biaya rapid test di RS Gandaria Rp500 ribu. Lain lagi dengan biaya rapid test di RS St. Carolus Jakarta Pusat, yakni sebesar Rp465 ribu. Di RS Abdi Waluyo dikenai harga Rp500 ribu, RS PGI Cikini sekitar Rp800 ribu, dan RS YARSI tarifnya Rp375 ribu untuk layanan drive thru.

Loading...