Biaya Produksi Tinggi, Perajin Beralih Ciptakan Gula Aren yang Dicampur Rempah-Rempah

Gula Aren - www.vemale.comGula Aren - www.vemale.com

Usaha aren memang kerap mengalami pasang surut. Hal ini tak lain karena biaya produksi aren yang cukup tinggi, namun jual gula aren di lokal tidak seberapa menguntungkan. Padahal beberapa pengrajin gula aren justru mencapai omzet yang cukup menjanjikan ketika gula merah yang mereka jual berhasil menembus pasar atau diekspor.

Gula aren yang dihasilkan dari pohon kelapa banyak disukai lantaran mempunyai cita rasa yang khas. Terlebih karena nira dari pohon kelapa dapat disadap setiap hari tanpa khawatir akan kehabisan pasokan. Menurut Uti, salah satu perajin gula aren di Ujung Genteng, Sukabumi Selatan, Jawa Barat mengatakan jika setiap perajin rata-rata dapat menghasilkan 20-30 kg gula merah per hari. “Untuk buat 30 kg gula merah, itu diambil dari sadapan 80 pohon loh,” kata perajin lain bernama Dadang, seperti dilansir Detik.

Tahun 2017 lalu harga jual gula aren di tingkat produsen hanya berkisar Rp 10 ribu per kg, turun 50-70% dari tahun 2016 yang bisa Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu per kilogram. Akan tetapi harga bahan bakar berupa kayu justru melonjak drastis. Jika tahun 2016 harganya masih Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per truk, maka tahun 2017 harganya dapat mencapai Rp 800 ribu per truk.

“Biaya produksi kami semakin tinggi, tapi hasil penjualannya menurun. Situasi yang sudah berlangsung agak lama seperti ini menyebabkan beberapa perajin memilih menjalani lain yang tidak beresiko. Termasuk merantau ke luar daerah,” kata perajin asal Purwokerto, Muhammad Amri.

“Yang berat itu memang di kayu bakar, satu orang sebulan bisa butuh 2 mobil kayu bakar,” imbuh Uti. Dalam biaya produksi, kebutuhan kayu bakar memang sangat vital karena pengolahan gula aren membutuhkan waktu yang cukup lama.

Untuk menghasilkan 2.280 kg gula aren, setidaknya dibutuhkan biaya mulai dari Rp 5,5 jutaan. Jika beruntung, pendapatan bisa mencapai 2 kali lipat, yakni sekitar Rp 11,5 jutaan dengan perhitungan keuntungan per tahun mencapai Rp 6 jutaan.

Demi menyiasati biaya produksi yang tinggi, beberapa perajin biasanya juga menciptakan dengan membuat gula aren yang telah dicampur dengan bahan lain. “Untuk menyiasati masalah harga jual, ada beberapa produsen yang sudah melakukan dengan membuat gula jahe yang berasal dari bahan gula kelapa dicampur dengan jahe serta rempah-rempah lain sehingga harga jualnya lumayan lebih tinggi,” tandas Amri.

Loading...