Untuk Jenjang MTs dan MA, Segini Biaya Pondok Pesantren Sunan Pandanaran

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (sumber: laduni.id)Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (sumber: laduni.id)

SLEMAN – Selain akademis, agama menjadi hal yang sangat penting bagi perkembangan anak. Karena itu, Sunan Pandanaran menjadikan Al Quran sebagai pondasi dalam memberikan pendidikan kepada para . Menyelenggarakan untuk jenjang MTs dan MA, masuk di pesantren ini bisa dibilang masih terjangkau.

Dirilis dari brosur resmi pondok, biaya masuk Pesantren Sunan Pandanaran terdiri dari sejumlah komponen, seperti pendaftaran, orientasi, seragam, administrasi dan majalah, tabungan, dana UKS, dana pendidikan pesantren, sumbangan kasur, hingga kebutuhan asrama, dengan total Rp7,25 jutaan. Selain itu, ada pula biaya madrasah, termasuk SPP bulan pertama, dengan total Rp1,35 jutaan.

Bagi mereka yang berniat melanjutkan studi di tempat ini, wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan pihak pesantren. Selain itu, calon santri juga harus mengikuti dan lulus masuk, yang terdiri dari tulis bahasa Arab serta tulis bahasa Arab Melayu atau Arab Pegon. Selain itu, wajib pula mengikuti baca kitab.

Sayangnya, untuk tahun 2020/2021, pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Sunan Pandanaran sudah ditutup pada bulan Juni 2020 lalu. Karena tahun ajaran kali ini dilaksanakan di tengah wabah pandemi virus corona, pengelola pesantren diwajibkan untuk mengikuti tes swab massal guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Pondok pesantren yang menjalani tes swab tersebar di wilayah Sleman bagian timur, tengah, serta barat. Untuk wilayah tengah, tes swab ditempatkan di Pondok Pesantren Pandanaran, Ngaglik,” papar Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, dilansir Jogjapolitan. “Tes swab tersebut diutamakan untuk para karena kebetulan banyak yang datang dari dan Jawa Timur.”

Joko menambahkan, pondok pesantren menjadi salah satu tempat yang potensial terjadinya penularan COVID-19 karena adanya interaksi terus-menerus antar penghuni. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya akan lakukan tes swab massal. “Pertimbangan lain, karena banyak pondok pesantren yang mengajukan surat rekomendasi COVID-19,” tutup Joko.

Loading...