Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Segini Biaya Pendaftaran Universitas Al Azhar Indonesia

Universitas Al Azhar Indonesia - (Youtube: Universitas Al Azhar Indonesia)Universitas Al Azhar Indonesia - (Youtube: Universitas Al Azhar Indonesia)

Pada tahun ajaran 2020/2021 ini Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) kembali membuka penerimaan baru melalui beberapa jalur masuk, mulai dari tes seleksi/reguler yang diselenggarakan sejak tanggal 21 Desember 2019 – 7 Februari 2020, jalur unggulan tanggal 21 Desember 2019 – 7 Februari 2020, dan PMDK tahap 1 tanggal 6 Januari – 28 Februari 2020. Adapun formulir UAI ditarik sebesar Rp350 ribu.

Untuk sarjana (S1), UAI membuka beberapa , mulai dari Teknik , Teknik Informatika, Teknik Elektro, Biologi, Teknologi Pangan, Gizi, Bahasa dan Kebudayaan Arab, Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Bahasa dan Kebudayaan Tiongkok, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Psikologi, PG Anak Usia Dini (PAUD), Bimbingan Konseling Islam, Agama Islam, Hubungan , hingga Ilmu Komunikasi.

Sementara itu, untuk biaya di UAI terdiri dari beberapa komponen, yakni BPP yang dibayar sekali, administrasi maba (mahasiswa baru), BOP, registrasi per semester, praktikum, hingga SKS. Kabar terbarunya, UAI juga berencana membuka program studi baru, yakni Manajemen Masjid. Pendidikan jenjang S1 ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program Kementerian Agama mencegah masjid terpapar radikalisme.

Menteri Agama Fachrul Razi sendiri sebelumnya mengaku mendukung wacana diselenggarakannya program studi baru di UAI. Namun ia menekankan supaya segalanya dipersiapkan terlebih dahulu dengan baik. “Kita harus menata segala sesuatu secara profesional, jangan amatiran. Saya setuju sekali, memang masjid harus dikelola dengan baik,” ujar Menag Fachrul, seperti dilansir iNews.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ade Suryati, gagasan melahirkan Manajemen Masjid tidak lain karena UAI adalah kampus yang lahir dari masjid. “Dengan adanya program studi Manajemen Masjid ini diharapkan dapat membawa kebaikan bagi bangsa dan negara,” papar Ade.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan selaku pencetus prodi tersebut menambahkan, rencana dibukanya prodi Manajemen Masjid adalah bentuk dukungan terhadap pemerintah supaya masjid tak terpapar radikalisme. “Sehingga masjid menjadi sejuk. Siapa saja yang datang ke masjid dapat merasa senang, enak, nyaman, dan sejuk,” ungkapnya.

Loading...