Biaya Pencadangan Meningkat, Laba Bersih Bank Mandiri 2015 Naik Tipis 2,3%

PT Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih Rp20,3 triliun untuk tahun . Keuntungan yang hanya naik tipis 2,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,9 triliun tersebut menandai pertumbuhan terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (23/2), melambatnya pertumbuhan laba bersih tahun lalu disebabkan adanya peningkatan cadangan (provisions net). Hal ini mengakibatkan pencadangan Bank Mandiri tahun lalu naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp12,04 triliun dibanding tahun 2014 yang hanya Rp5,53 triliun.

Meski begitu, Bank Mandiri juga melaporkan kenaikan 12,4 persen menjadi Rp595,5 triliun dan tingkat pinjaman non performing loan () yang naik di tingkat 0,9 persen di tahun 2015. Segmen usaha mikro mencatat pertumbuhan tertinggi, sekitar 23 persen menjadi Rp159 triliun, atau 27 persen dari total portofolio kredit bank pada tahun 2015.

Dengan pulihnya ekonomi domestik, Budi Sadikin melihat ada tanda-tanda perbaikan pada tahun . “Ada tanda-tanda perbaikan jika mengutip data sepanjang Januari-Februari yang lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahu lalu. Namun, dengan NPL yang cukup tinggi, kami tetap harus melangkah dengan hati-hati,” jelasnya .

Ditambahkannya, pertumbuhan kredit Bank Mandiri pada tahun 2016 diharapkan stabil sekitar 12 hingga 14 persen. Selain itu, Bank Mandiri juga akan fokus pada sektor barang konsumsi dan , sambil berharap sektor minyak dan gas, pertambangan, serta komoditas untuk “tetap rendah atau mungkin menurun” pada tahun ini.

Loading...