Berbeda-Beda Pada Tiap Sub-kelas, Segini Biaya Pembatalan Tiket Pesawat Garuda

Biaya Pembatalan Tiket Pesawat Garuda - finance.detik.comBiaya Pembatalan Tiket Pesawat Garuda - finance.detik.com

Setiap pada dasarnya memiliki aturan yang berbeda-beda terkait pembatalan tiket atau refund (pengembalian dana). Pada seperti Garuda Indonesia menerapkan pembatalan tiket pesawat yang berbeda-beda, tergantung dari kapan pembatalan tiket dilakukan dan juga subkelas tiket yang dipilih.

Sebagai , untuk pembatalan tiket pesawat Garuda di atas 72 jam sebelum keberangkatan, maka calon akan dikenai biaya atau potongan 25% dari dasar, sehingga memperoleh refund atau pengembalian sebesar 75% dari dasar.

Kemudian untuk pembatalan di bawah 72 jam sampai dengan 48 jam sebelum jadwal keberangkatan, maka calon penumpang dikenai biaya 50% dari tarif dasar. Untuk pembatalan di bawah 48 jam sampai 24 jam sebelum jadwal keberangkatan biayanya 40% dari tarif dasar. Pembatalan di bawah 24 jam sampai dengan 12 jam sebelum jadwal keberangkatan biayanya 70% dari tarif dasar. Di bawah 12 jam sampai 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, biayanya 80% dari tarif dasar. Dan untuk pembatalan di bawah 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, maka Anda dikenai biaya 90% dari tarif dasar.

“Untuk pembatalan perjalanan/tidak jadi terbang, Anda diharapkan untuk segera melaporkan ke agen perjalanan/Kantor Penjualan Garuda Indonesia/Call Center Garuda Indonesia sebelum tanggal perjalanan yang tertera di tiket. Hal ini untuk menghindari No Show Fee yang berlaku bagi para penumpang,” demikian bunyi imbauan Garuda di situs resminya.

Meskipun tergolong maskapai full service, Garuda Indonesia memiliki beragam upaya untuk mempererat ikatan dengan para pelanggan. Menurut Commercial Director Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, Garuda Indonesia ingin terus berinovasi untuk dapat memperkuat posisi sebagai market leader dengan meningkatkan loyalitas, kepuasan, dan kecintaan pelanggan.

“Apa yang membedakan Garuda dengan maskapai lain, kenapa harganya lebih tinggi itu karena kita berikan experience pada konsumen melalui hal-hal kecil seperti menghadirkan Sarimande,” kata Pikri, seperti dilansir Liputan6.

Lebih lanjut Pikri menjelaskan, branding dan marketing yang dilakukan oleh Garuda memiliki pendekatan bukan hanya memancing orang untuk membeli, tetapi supaya loyal dan merekomendasikan pada orang lain. “Kita pancing konsumen beli, bukan hanya sekali beli tapi berkali-kali, bukan hanya berkali-kali tapi merekomendasikan kepada orang lain,” tandasnya.

Loading...