Bebas Bunga, Gojek Tarik Biaya Langganan untuk Fitur Paylater

Layanan Gojek Paylater - www.gojek.comLayanan Gojek Paylater - www.gojek.com

memperluas cakupan bisnisnya, sehingga tidak hanya menyediakan jasa transportasi online dan juga dompet digital GoPay. Sejak beberapa waktu lalu, Go-Jek menawarkan layanan GoPayLater. Layanan ini diklaim sebagai solusi praktis saat saldo Go-Pay terbatas saat melakukan transaksi. Dengan menggunakan GoPayLater, pengguna Gojek bisa membayar semua biaya transaksi di akhir bulan.

Fasilitas pinjaman atau cicilan GoPayLater yang bekerja sama dengan Findaya ini kabarnya tidak dikenai bunga seperti pinjaman lainnya. Akan tetapi, ada biaya transaksi yang harus dibayarkan oleh pelanggan yang ingin menggunakan GoPayLater. Adapun biaya transaksi PayLater ini adalah Rp25 ribu yang akan ditagihkan setiap bersamaan dengan pembayaran keseluruhan di akhir bulan.

Seperti halnya layanan paylater pada umumnya, tiap keterlambatan pembayaran GoPayLater akan dikenai denda senilai Rp2.000 per hari. Denda GoPayLater ini akan ditarik setiap tanggal 6 pada berikutnya jika pengguna tidak segera membayarkan di akhir bulan seperti yang telah ditentukan. Pembayaran tagihan GoPayLater akan diberi jangka waktu sampai 5 hari setelah jatuh tempo, sebelum akhirnya dikenai denda harian.

Tak hanya dapat digunakan untuk bertransaksi dalam ekosistem Gojek, fasilitas GoPayLater juga Agustus 2021 lalu telah tersedia di Tokopedia untuk menggantikan fitur TokoPoints (sebelumnya OVO Points). “Untuk memberikan kemudahan lebih bagi masyarakat, kami sebagai bagian dari Grup GoTo saat ini menambahkan metode pembayaran non-tunai ke platform,” ujar VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak.

Nuraini menjelaskan, Tokopedia menyediakan berbagai metode pembayaran untuk memudahkan seluruh lapisan dalam bertransaksi. “Konsumen di sisi lain tetap dapat menggunakan semua metode pembayaran yang selama ini tersedia di platform, sesuai dengan preferensi dan kenyamanan masing-masing,” tuturnya.

Tokopedia sendiri mengaku menggandeng berbagai pihak untuk menyediakan layanan paylater karena potensinya dianggap besar. Bahkan menurut riset yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) dan Kredivo menemukan bahwa 27% dari 3.560 responden berbelanja di e-commerce dengan cara mencicil atau paylater selama tahun 2020 lalu.

Loading...