Pajak Motor Mati 10 Tahun? Ini Cara Menghitung Biayanya

Pajak Motor Mati - www.rancahpost.comPajak Motor Mati - www.rancahpost.com

JAKARTA – Setiap pemilik memang disarankan untuk tertib membayar tahunan. Pasalnya, jika menunggak, besaran biaya yang perlu disetorkan akan bertambah dengan denda. Bahkan, menurut regulasi terbaru, jika menunggak lima tahun (ganti pelat), kemudian dua tahun berikutnya masih belum membayar kewajiban, data akan dihapus alias motor akan berstatus bodong atau ilegal.

Regulasi ini sudah ramai didengungkan pihak Kepolisian Republik Indonesia sejak tahun 2018 lalu. Kala itu, pihak berwajib memasang sekitar 200 spanduk informasi mengenai penghapusan STNK yang tersebar di Jakarta. Pasalnya, di ibukota, setidaknya ada 1,3 juta kendaraan belum melakukan ulang lebih dari 10 tahun.

Nah, regulasi terbaru tersebut mulai diberlakukan pada akhir tahun 2019 kemarin. Misalnya, jika pajak lima tahunan sepeda motor habis pada tahun 2020, kemudian pemilik abai mengurus pajak pada tahun 2021 dan 2022, maka data kendaraan tersebut akan dihapus dan tidak bisa diregistrasi ulang. Sebelumnya, pihak kepolisian akan memberikan tiga kali surat peringatan ke yang terdaftar.

“Kami bakal mengirimkan tiga kali surat peringatan dalam satu bulan sekali ke alamat yang terdaftar apabila tak kunjung membayar pajak,” jelas Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji, dilansir Kompas. “Jika tidak ada respons, maka kepolisian punya wewenang untuk menghapus data kendaraan tersebut. Jadi, tidak bisa didaftar ulang lagi selamanya.”

Meskipun aturan penghapusan data kendaraan tersebut bersifat nasional, namun dalam penerapannya, tergantung kebijakan masing-masing daerah. Menurut keterangan Kepala Seksi STNK Subdit (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Bayu Pratama Gubunagi, saat ini, masih kawasan DKI Jakarta dan Jawa Barat yang memberlakukan regulasi tersebut.

Bagi para penunggak pajak, untuk mengaktifkan data yang tercantum di STNK, yang harus dilalui sebenarnya sama seperti membayar pajak tahunan. Syaratnya harus membawa KTP asli dan STNK asli kendaraan. Hanya nominal yang harus dibayar saja yang berbeda karena ada denda sesuai dengan berapa lama tunggakan.

Misalnya, jika pajak sepeda motor Anda mati selama 10 tahun, maka perhitungan besaran biaya adalah pajak kendaraan bermotor (PKB) selama 10 tahun tersebut, ditambah dengan besaran denda (25 persen per tahun), dan denda SWDKLJJ (Rp32.000 untuk roda dua). Selain itu, juga harus membayar biaya TNKB (membuat pelat nomor baru) sebesar Rp60.000, biaya perpanjangan STNK sebesar Rp100.000, serta biaya lain-lain.

Loading...