Biaya Operasi Hernia Tinggi, Antisipasi Gejalanya

Ilustrasi: aktivitas di ruang operasiIlustrasi: aktivitas di ruang operasi

turun berok, begitu masyarakat biasa menyebutnya, atau memiliki nama ilmiah Inguinalis. Kondisi ini terjadi akibat menonjolnya jaringan lemah yang terdorong oleh otot pada bagian dalam perut. Umumnya terjadi di perut, namun bisa juga terjadi di paha atas atau selangkangan. memang tidak menimbulkan kematian, tetapi ini tak dapat sembuh dengan sendirinya. Bahkan untuk tindakan tertentu, dokter menyarankan melakukan operasi.

Operasi disarankan bagi penderita hernia yang mengalami pembesaran tonjolan jaringan secara berkala dan semakin merasa .Selain itu, jika terjadi usus yang menonjol tidak dapat didorong kembali dengan jari. Dalam kondisi tersebut, pasokan darah ke usus dapat terhenti dan menimbulkan kematian jaringan (hernia strangulata) hingga kerusakan permanen.

penyakit hernia ditandai dengan detak jantung yang cepat, tonjolan di daerah tubuh tertentu, dan pasien akan merasakan nyeri saat berjalan. Tak hanya itu, rasa mual, muntah, kesemutan, hingga tekanan pada pangkal paha juga menjadi salah satu indikasi hernia. Sedangkan faktor pemicu hernia meliputi konstipasi, kehamilan, kenaikan berat badan, obesitas, serta batuk yang berkepanjangan.

Tentu saja pelaksanaan operasi tak dapat dilakukan secara sembarangan. Pasalnya pasien harus terus berkomunikasi dengan dokter agar mengetahui risiko menjalani operasi. Penderita hernia yang memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, alergi obat bius, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan atas, diabetes tipe 2, hingga konstipasi kronis akan sangat berisiko menjalani operasi.

Untuk itu, sebelum menjalani operasi pasien harus memperhatikan beberapa hal penting. Mulai dari berhenti merokok beberapa hari sebelum tindakan dan menghentikan obat pengencer darah sesuai dengan anjuran dokter. Pasien akan menjalani pemeriksaan penyaring, seperti tes darah, urine, EKG, dan foto rontgen untuk persiapan operasi.

Sementara itu, pasien harus menyiapkan estimasi operasi hernia dengan laparoskopi di swasta Indonesia. Angkanya berkisar Rp16 juta, plus tambahan persediaan untuk kebutuhan dana tak terduga berkisar 20-30% dari biaya perkiraan. Sementara untuk operasi hernia ringan, pasien akan diminta merogoh biaya sekitar Rp6 juta. Meski begitu, saat ini operasi hernia ditanggung BPJS Kesehatan. Ketika penderita berobat ke faskes, maka dapat berkonsultasi terkait indikasi operasi hernia.

Umumnya pasien diperbolehkan pulang setelah operasi, tanpa harus menjalani rawat inap. Namun pasien dianjurkan untuk beristirahat total selama sedikitnya 3 minggu. Hindari aktivitas berlebihan, misalnya mengangkat benda berat, hingga 6 minggu pasca operasi. Pembengkakan umumnya muncul pada area bekas sayatan pasca operasi. Untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan, pasien bisa mengompres area yang bengkak dengan kantong es selama 20 menit setiap beberapa jam.

Loading...