Biaya Notaris Variatif, KPR Rumah Second Kini Juga Banyak Diminati

Rumah Second - www.afarmgirlsdabbles.comRumah Second - www.afarmgirlsdabbles.com

Selain untuk baru, pemilikan (KPR) saat ini juga kerap diajukan untuk dalam kondisi second atau bekas. Pada dasarnya -biaya dan dalam KPR second sama saja dengan pengajuan KPR baru. Biaya yang mungkin bisa muncul untuk KPR second antara lain, biaya provisi, administrasi, asuransi, pajak, notaris, dan lain-lain. Besaran biaya tersebut sangat variatif, tergantung nilai yang dibeli.

Misalnya saja untuk biaya notaris KPR rumah second ketentuannya bergantung dari kebijakan pihak notaris dan harga rumah itu sendiri. Adapun biaya notaris untuk rumah yang berada di Kota Jakarta biasanya lebih besar dibandingkan biaya notaris di kota-kota lain. Berdasarkan dari berbagai sumber, biaya notaris untuk KPR berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu. Namun bisa saja ada notaris yang menetapkan biaya sekitar 1% dari harga jual rumah. Tiap notaris memiliki ketentuan yang berbeda-beda.

Membeli rumah second dengan KPR memang sedang tren karena hal itu merupakan salah satu alternatif untuk bisa memiliki rumah dengan harga murah. Namun seperti BTN saat ini juga menawarkan KPR yang lebih murah lagi untuk kategori rumah sitaan.

“Sekarang bisa beli rumah dengan harga yang murah, yaitu rumah second tapi memang kondisinya juga tidak sebagus baru. Tapi kalaupun renovasi masih lebih murah daripada beli rumah baru,” ujar Direktur PT Bank Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu, seperti dilansir Detik.

Meskipun berstatus rumah sitaan, BTN memastikan jika rumah-rumah tersebut sudah bersih dari semua masalah. “Dipastikan surat-surat sudah clear semuanya sudah beres. Kami tidak mau jual masalah, semuanya harus terverifikasi dengan baik dan minim risiko,” beber Nixon. Adapun harga rumah sitaan BTN tersebut berkisar mulai Rp 30 jutaan hingga angka miliaran rupiah.

Rumah sitaan yang ditawarkan oleh BTN tersebut bisa dibeli dengan skema KPR. Nixon menjelaskan, pengajuan KPR rumah sitaan sama saja dengan KPR biasa, harus menyiapkan sejumlah syarat seperti identitas, kartu keluarga (KK), surat keterangan, hingga uang muka atau down payment (DP).

Loading...