Biaya Mulai Rp 700 Ribuan, Ketahui Penyebab Sulit Hamil Lewat Tes Kesuburan Wanita

tes kesuburan wanita

Bagi pasangan yang baru saja menikah, momongan adalah salah satu hal yang sangat diidam-idamkan dan sebuah pernikahan. Beberapa pasangan ada yang beruntung bisa diberi keturunan dalam waktu yang cepat, namun ada pula yang setelah setahun menikah dan rutin berhubungan seksual namun belum juga dikaruniai . atau kesuburan pria dan diperlukan untuk mengetahui penyebab sulitnya memperoleh momongan.

Menurut dr. Indra C. Anwar, Sp.OG, tes kesuburan sebaiknya memang dilakukan oleh suami dan istri. Pasalnya, pihak wanita turut menyumbang sekitar 45 persen penyebab sulit hamil, sementara itu pria berkontribusi sekitar 40 persen. “Yang 15 persen tidak diketahui penyebabnya,” ujar dr. Indra.

Sementara itu dr. Budi Wiwengko, Sp.OG mengatakan bahwa pemeriksaan sebaiknya dilaksanakan bila setelah 1 tahun menikah pasangan masih belum juga memiliki anak. “Tetapi pada kasus-kasus tertentu pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat, tidak perlu menunggu setahun,” ujar dr. Budi.

Lebih lanjut dr. Budi berpendapat jika wanita yang menikah di atas usia 35 tahun, pernah memiliki gangguan haid, atau pernah melakukan kuret, dan menderita rahim sebaiknya segera memeriksakan diri. Terdapat berbagai tes yang bisa dilakukan, misalnya saja pemeriksaan anatomi organ reproduksi dengan USG, pemeriksaan tes darah untuk mengetahui kadar hormon, pemeriksaan sperma dan sel telur, dan masih banyak lagi tes lainnya.

Sebagai , sekitar 2 tahun lalu biaya pemeriksaan vagina berkisar sekitar Rp 300 ribuan, kemudian biaya tes Histerosalpingografi (HSG) berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 jutaan, dan biaya tes sperma sekitar Rp 400 ribuan. Tes semacam ini biasanya dapat dilakukan di laboratorium atau .

“Jika sulit hamilnya ternyata karena gangguan pematangan sel telur, gangguan sperma, atau ketidakseimbangan hormon, masih bisa diatasi dengan obat,” kata dr. Indra. Namun bila gangguan kesuburan diakibatkan karena endometriosis atau kista, serta tersumbatnya rahim, maka perlu tindakan operasi. “Pada kasus kelainan yang sifatnya permanen, masih bisa dibantu dengan program tabung,” tandasnya.

Loading...