Biaya Mulai Jutaan Rupiah, Jasa Birth Photography Banyak Dipakai untuk Abadikan Momen Persalinan

Birth Photography - fstoppers.comBirth Photography - fstoppers.com

Momen memang menjadi momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan. Oleh sebab itu hampir setiap orang tua saat ini ingin mengabadikan momen tersebut sejak hingga proses kelahiran sang buah hati. Jika maternity photography sudah sejak beberapa tahun silam, maka kini birth photography menjadi tren baru yang sedang naik daun di kalangan orang tua kekinian. Birth photography ini berusaha menangkap momen lahiran yang mendebarkan sekaligus berkesan bagi para orang tua. birth photography biasanya sangat bervariasi, tergantung pihak fotografer.

Saat ini ada beberapa birth dan new born photography yang cukup populer di kota-kota besar. Misalnya saja Vamiele Photography yang menawarkan dengan biaya mulai Rp 3,5 jutaan hingga Rp 5,5 jutaan, kemudian ada Amore Baby Portraits dengan antara Rp 6,8 jutaan hingga Rp 12,8 jutaan, Marescotti dengan seharga Rp 4,5 jutaan hingga Rp 5,5 jutaan, hingga dokumentasi kelahiran Hero Photography dengan biaya mulai Rp 4,5 jutaan sampai Rp 5,5 jutaan.

Jasa birth photography ini biasanya memang relatif mahal karena para fotografer biasanya harus dibooking atau dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya dan biasanya hanya ada satu fotografer wanita yang mendampingi proses persalinan tersebut dengan perlengkapan kamera yang dibatasi supaya tidak mengganggu proses kelahiran itu sendiri.

Menurut Irma Syahrifat, seorang doula profesional sekaligus birth photography, momen melahirkan perlu diabadikan karena ada banyak ekspresi di dalam ruang bersalin. “Jadi ketika bayi lahir, ada perempuan yang terlahir menjadi ibu, ada laki-laki yang lahir jadi ayah, ada seorang ibu yang lahir jadi nenek. Nah ekspresinya itu beragam sekali, menarik untuk diabadikan di kamera,” kata Irma, seperti dilansir Kumparan.

Berawal dari hobinya memotret klien doula ketika bersalin, Irma pun memberanikan diri untuk memasarkan hasil karya fotonya melalui akun Instagram @birth.imwithu. “Sebenarnya aku kan enggak punya pengalaman soal menjadi fotografer profesional. Karena memang suka foto saja, akhirnya jadilah birth photographer ini,” jelas Irma.

Irma memaparkan, ketika hendak melahirkan, wanita akan melewati beberapa tahapan. Seorang birth photographer diharuskan mengerti tahapan tersebut supaya bisa menangkap momen secara lebih jeli di ruang bersalin. “Fase yang paling menyentuh dan menarik untuk diambil ialah saat kala (tahap) pertama, fase transisi. Di fase ini, perempuan biasanya sudah menunjukkan tanda-tanda menyerah. Di sini momennya real banget, enggak ada setting-an sama sekali. Intinya birth photographer itu enggak perlu yang jago banget, tapi tahu momen,” ujarnya.

Loading...