Jangan Khawatir, Biaya Membersihkan Telinga di Puskesmas Ternyata Murah

Ilustrasi : Proses membersihkan telinga - www.liputan6.com

Serumen atau kotoran yang dibiarkan terus menumpuk di liang telinga sekian lamanya kadang bisa sangat mengganggu atau bahkan mengurangi kemampuan pendengaran seseorang. Sayangnya, banyak orang yang lebih memilih membersihkannya sendiri dengan cara yang salah. Sebagian besar orang masih ragu untuk mencoba membersihkan telinga ke rumah sakit atau klinik THT karena khawatir akan dikenai biaya yang mahal. Padahal, pembersihan telinga ini juga tersedia di beberapa poli THT puskesmas dengan atau yang cukup terjangkau.

Di Puskesmas Imogiri I Bantul misalnya, biaya cerumen prop per telinga untuk pasien Bantul menurut peraturan tahun 2016 lalu dikenai Rp12.950 saja, sedangkan untuk luar Bantul dikenai Rp17.500 per telinga. Kemudian di Puskesmas Trenggalek biaya pengambilan serumen dikenai Rp15 ribu, dan di Puskesmas Kabupaten Tanah Bumbu biaya pengangkatan serumen telinga sebesar Rp20 ribu. Cukup murah bukan? Sedangkan biaya membersihkan telinga di rumah sakit berkisar antara Rp89 ribu hingga lebih dari Rp100 ribu.

“Telinga sebetulnya tidak perlu dibersihkan dengan dikorek ke arah dalam dengan cotton bud atau korek kuping. Membersihkan telinga dengan mengorek justru berisiko menekan kotoran hingga gendang telinga, yang akhirnya bisa mengganggu fungsi pendengaran,” kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PP Perhati-KL) Indonesia dr Soekirman Soekin, Sp.THT-KL (K), seperti dikutip dari Detik.

Dr Soekirman mengatakan, kotoran telinga pada dasarnya bisa keluar dengan sendirinya melalui mekanisme tubuh. Misalnya dengan mekanisme mengunyah yang ikut mendorong keluar kotoran telinga atau serumen. Kotoran telinga sendiri sebenarnya hanya ada pada 1/3 telinga bagian luar.

Apabila masih belum keluar juga, dr Soekirman menyarankan kita untuk memakai cairan penghancur kotoran telinga yang bebas di pasaran. Kemudian, liang telinga cukup dibersihkan dengan tisu atau cotton bud untuk bayi yang ukurannya kecil.

Sementara itu, Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok RS Indriati Solo Baru, Hutami Laksmi Dewi menambahkan, secara medis serumen sebenarnya tak akan menyebabkan gangguan telinga jika jumlahnya tak berlebihan. Kotoran hasil produksi alami dari kelenjar minyak di liang telinga tersebut justru berfungsi untuk melindungi telinga, seperti memerangkap debu, menghambat pertumbuhan kuman, termasuk menjaga supaya air tak masuk dalam telinga.

Loading...