Biaya Masuk Murah, Taman Nasional Ujung Kulon Suguhkan Wisata Alam yang Eksotis

Taman Nasional Ujung Kulon - news.okezone.comTaman Nasional Ujung Kulon - news.okezone.com

Nasional Ujung Kulon merupakan sebuah tempat konservasi untuk menjaga kelestarian satwa , badak bercula satu. Tak hanya jadi tempat konservasi, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pun menjadi salah satu daya tarik di kawasan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tak heran jika banyak agen perjalanan yang menawarkan paket atau open trip ke TNUK. atau masuk Taman Nasional Ujung Kulon pun cukup murah.

Mulai tahun 2014 lalu, TNUK menerapkan pungutan masuk berdasarkan Peraturan No 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan. Adapun tiket masuk untuk perorangan bagi warga Indonesia (WNI) pada hari kerja Rp 5.000 per orang, sedangkan saat hari libur Rp 7.500. Bagi warga asing (WNA) harga tiket masuk saat hari kerja Rp 150 ribu dan hari libur Rp 225 ribu.

Lain lagi jika datang dengan rombongan minimal 10 orang, maka harga karcis untuk pelajar atau mahasiswa WNI Rp 3.000 (weekday) atau Rp 4.500 (hari libur), sedangkan WNA Rp 100 ribu (weekday) dan Rp 150 ribu (hari libur).

Setelah bencana tsunami yang menyerang Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu, rupanya juga berdampak pada Taman Nasional Ujung Kulon. Badak Jawa atau badak bercula satu termasuk satwa yang dilindungi di TNK karena populasinya hampir punah, kini hanya tinggal 68 ekor saja. Lalu bagaimana nasib para satwa langka tersebut pasca diterjang tsunami?

Rupanya Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Mamat Rahmat menegaskan jika tsunami yang terjadi belum lama ini tak mengurangi populasi Badak Jawa di TNUK. “Badak Jawa aman pasca tsunami. Karena tidak setiap saat badak berada di bibir pantai, mereka berkumpul di tengah hutan dan pinggir pantai daerah selatan. Sementara yang terkena tsunami di utara, Kecamatan Sumur yang merupakan pintu masuk TNUK di mana daerah ini terkena langsung bencana ini,” kata Mamat, seperti dilansir TimesIndonesia.

Sementara itu, Spesialis Program Satwa WWF-Indonesia, Sunarto menyarankan agar populasi Badak Jawa ini sebaiknya dipindahkan ke daerah yang lebih aman agar tidak berpotensi punah akibat bencana alam. “Berada di daerah yang sebagian besar rawan, sebaiknya segera disiapkan habitat kedua sebagaimana yang telah lama direncanakan,” ujar Sunarto.

Loading...