Letak Strategis & Fasilitas Lengkap, Berapa Biaya Maintenance Apartemen Kalibata City?

Apartemen Kalibata City - dailysava.com

Sempitnya lahan di kawasan DKI mungkin menjadi salah satu alasan kenapa keberadaan atau susun (rusun) begitu populer. Meski tak seluas tapak, nyatanya banyak warga Ibu Kota yang lebih memilih tinggal di . Padahal ketika menyewa atau membeli sebuah unit , sang penghuni akan dikenai beberapa tambahan biaya lain termasuk maintenance fee. Di Kalibata City misalnya, biaya maintenance didasarkan dari luas unit yang dihuni.

Menurut yang beredar, biaya IPL atau maintenance (service charge) di Apartemen Kalibata City yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Group ini berkisar Rp19.500 per meter pergi (m2). Jadi, misalnya penghuni tinggal di unit apartemen seluas 25 m2, maka biaya maintenance yang dikeluarkan adalah Rp19.500 x 25 m2, yakni Rp487.500 per bulan di luar biaya apartemen.

Sistem sewa Apartemen Kalibata City bukan hanya bisa dilakukan secara tahunan saja, tetapi juga bisa bulanan, sehingga cocok untuk para pendatang yang sedang dalam perjalanan bisnis. Adapun untuk unit studio sewanya berkisar Rp2,8 juta per 1 bulan, kemudian unit 1 BR Rp5,5 juta per bulan, dan unit dengan 2 bed room (kamar) sekitar Rp3,87 juta per bulan.

Meskipun Apartemen Kalibata City kerap menjadi pemberitaan utama di sejumlah media akibat berbagai tragedi yang terjadi, mulai dari kasus mutilasi, prostitusi, hingga tragedi bunuh diri beberapa waktu silam, beberapa penghuni mengaku tetap nyaman tinggal di apartemen yang lokasinya ini.

Menurut Syachrul, salah satu penghuni Tower Damar, Apartemen Kalibata City, rasa kekeluargaan di antara penghuni apartemen ini cukup kuat dibanding tinggal di apartemen lain. “Kalau di apartemen lain mungkin individulitasnya tinggi, tapi di sini tidak,” papar Syachrul, seperti dilansir Liputan6.

Selain urusan interaksi antar penghuni, menurut Syachrul berbagai di Apartemen Kalibata City juga mudah didapat. Demikian pula dengan sarana moda transportasi, mulai dari stasiun kereta rel listrik (KRL), shelter ojek online, hingga halte Transjakarta.

“Dulu ada tetangga saya pindah ke rumah tapak di pinggir Jakarta, setelah setahun dia balik lagi ke sini. Saya tanya kenapa balik lagi, dia jawab lebih enak di Kalibata City karena semua ada di sini. Kalau lapar tengah malam, tinggal turun ke bawah masih ada warung makan yang buka,” tandasnya.

Loading...