Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru, Segini Kisaran Biaya Kuliah Universitas Gresik

Biaya Kuliah Universitas Gresik - @Ken SaeBiaya Kuliah Universitas Gresik - @Ken Sae

alias Unigres merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Gresik, Jawa Timu. Terdapat beberapa fakultas di UG, mulai dari Fakultas Hukum, Fakultas Sastra, Fakultas , Fakultas Ilmu , Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan & Ilmu , hingga program Pascasarjana. Sebagian besar di Unigres sudah mengantongi akreditasi B kecuali untuk Fakultas Teknik-nya baru mengantongi akreditasi C. Pada tahun 2020/2021 ini Unigres kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru dengan yang berbeda-beda, tergantung prodi.

Penerimaan mahasiswa baru Unigres terbagi menjadi 3 gelombang, yakni gelombang pertama sampai dengan 30 April 2020, gelombang II sampai 30 Juni 2020, dan gelombang III sampai 31 Agustus 2020. Biaya pendaftaran untuk semua program studi Rp330 ribu, kecuali prodi di Ilmu Kesehatan, yakni Keperawatan, Profesi Ners (lanjutan), dan Profesi Ners biaya pendaftarannya Rp350 ribu.

Adapun untuk biaya pendidikan di Unigres dikenai beberapa komponen, yakni dana kemahasiswaan dan dana pengembangan yang dibayar awal tahun akademik, SPP, heregistrasi, UTS per SKS, UAS per SKS, dan seragam khusus prodi di Ilmu Kesehatan. Besaran dana kemahasiswaan Rp1,35 juta, dana pengembangan berkisar antara Rp4,4 juta hingga Rp9,5 juta, SPP antara Rp2,2 juta hingga Rp8,5 juta, heregistrasi Rp100-110 ribu, UTS Rp40 ribu/SKS, UAS Rp50-55 ribu/SKS, dan seragam antara Rp950 ribu – Rp1,25 juta. Jika semakin awal mendaftar, maka biaya yang dikenakan pun lebih ringan.

Tak hanya reguler, Unigres juga menyediakan beasiswa untuk disabilitas, Bidikmisi, hingga beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Kampus satu ini pun berupaya untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, misalnya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berbasis pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan.

“Unigres ingin memberikan sumbangsih positif bagi desa dan masyarakatnya dalam proses pembinaan masyarakat dan aparat desa,” kata Rektor Universitas Gresik Profesor Sukiyat, seperti dilansir Timesindonesia.

Dari kecamatan binaan tersebut, Unigres melakukan pemetaan berdasarkan perencanaan wilayah yang ada. “Sehingga Kabupaten Gresik dan desa dapat melakukan atau mendesain secara baik dan benar,” ungkapnya.

Loading...