Tangani Beragam Masalah Pernapasan, Segini Kisaran Biaya Konsultasi Dokter Spesialis Paru

Ilustrasi: Seorang dokter memeriksa foto rontgen paru-paru pasien - www.halodoc.com

Dalam dunia medis, berkonsultasi dengan spesialis memang dikenal memakan yang lebih mahal dibanding dengan umum biasa. Jika di umum memasang tarif konsultasi di angka mulai Rp100 ribuan, spesialis paru-paru misalnya, dapat mematok biaya mencapai lebih dari Rp400 ribuan untuk sekali konsultasi.

Dokter spesialis paru atau yang memiliki sebutan pulmonolog adalah dokter yang mengkhususkan diri mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan, khususnya paru-paru, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Di Rumah Sakit Jakarta biaya konsultasi dengan dokter spesialis berkisar antara Rp320 ribu hingga Rp420 ribu. Kemudian di RS Mitra Keluarga Bekasi mulai Rp220 ribu, Siloam Hospitals Kebon Jeruk mulai Rp300 ribu, Mayapada Hospital Tangerang mulai Rp250 ribu, RS Immanuel Bandung mulai Rp170 ribu, Omni Hospital Pulomas Jakarta Timur mulai Rp300 ribu, dan RS Islam Jemursari Surabaya mulai Rp200 ribu.

Dokter spesialis paru umumnya menangani beberapa penyakit, seperti asma, paru (termasuk pneumonia, bronkitis, dan abses paru), bronkiektasis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), emboli paru, tuberkulosis paru, efusi pleura, edema paru, pneumothorax, sleep apnea, kistik fibrosis, emfisema paru, penyakit paru interstitial, kanker paru, hingga gagal napas.

Walaupun biaya konsultasi dokter spesialis paru cukup mahal, di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini para pasien positif yang harus menjalani karantina mandiri rupanya bisa memanfaatkan layanan “dokter pribadi” secara gratis. layanan kesehatan ini adalah hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dengan telemedicine partner Alodokter, platform yang menyediakan terkait kesehatan.

Dengan layanan tersebut pasien Covid-19 bisa memperoleh konsultasi gratis secara intensif dengan tim dokter dari Alodokter setiap saat maupun berkonsultasi dengan secara online. Tim dokter yang tergabung dalam layanan itu berasal dari berbagai latar belakang dan bidang keahlian, yakni dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dan psikiater.

“Kami ingin mendukung penuh pasien-pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kami menyadari bahwa masa ini pastinya merupakan masa yang sulit bagi pasien dan keluarganya, untuk itu kami ingin melakukan upaya terbaik demi membantu mereka dari sisi medis,” tutur Co-Founder dan Director Alodokter Suci Arumsari, seperti dilansir Kompas.

Loading...