Jadi Rumah Sakit Rujukan Kanker, Segini Kisaran Biaya Kemoterapi di RS Dharmais

RS Dharmais - m.kaskus.co.idRS Dharmais - m.kaskus.co.id

RS Dharmais menjadi salah satu rumah sakit rujukan untuk para penderita sakit di kawasan Ibukota. Rumah sakit yang terletak di kawasan Jakarta Barat ini menyediakan berbagai , mulai dari deteksi dini kanker, rawat jalan, hingga rawat inap. Adapun untuk kemoterapi di RS Dharmais dikenai tarif yang memang terbilang mahal.

Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais, Abdul Kadir menjelaskan, dulu seseorang yang menderita kanker akan dikenai biaya dan penyembuhan yang cukup mahal. Tindakan kemoterapi diberikan sekitar 5-6 siklus. Tiap siklusnya dikenai biaya Rp30 juta. Dengan jarak 21 hari, menghabiskan Rp180 juta.

Jika ditambah dengan radioterapi, sekali penyinaran membutuhkan biaya Rp1,6 juta. Jadi, apabila diberikan dengan frekuensi tiap pekan 5 kali selama 6 atau 8 minggu, butuh dana sebesar Rp140 juta. Belum lagi jika ada tindakan operasi. Biayanya bisa mencapai puluhan juta , tergantung dari tindakan operasi yang dilakukan. “Secara total, biayanya Rp 300-400 juta. Bisa dibayangkan, kalau ada masyarakat kita yang menderita kanker, meskipun ekonominya menengah, langsung jatuh miskin,” beber Kadir.

Meskipun biayanya mahal, Abdul menegaskan bahwa program JKN atau BPJS menanggung biaya pengobatan penyakit kanker. “Namun untungnya program JKN meng-cover penyakit kanker. Jadi semua ditanggung oleh BPJS,” papar Abdul.

Abdul pun mengungkapkan bahwa saat ini fasilitas pengobatan kanker di Indonesia sudah lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah mesin radioterapi di Indonesia yang kini telah berjumlah 68 unit dari 28 unit jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Mesin radioterapi ini memang mayoritas masih dimiliki oleh rumah sakit di Pulau Jawa. Namun saat ini melalui persebaran rumah sakit vertikal, pelayanan pengobatan kanker bisa mencakup pasien di kabupaten. Yang terpenting memang penyediaan mesin radioterapi yang prima,” terang Abdul Kadir.

Selain itu, edukasi terhadap masyarakat untuk mencegah kanker pun dinilai sangat penting, sehingga bisa menghemat pembiayaan kanker. “Pertama adalah cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan stres,” tandasnya.

Loading...