Biaya Investasi Mulai Rp 397 Juta, Berapa Keuntungan Bisnis Waralaba Alfamart?

Waralaba Alfamart - www.franchiseglobal.comWaralaba Alfamart - www.franchiseglobal.com

waralaba alias franchise memang hingga kini dianggap cukup menguntungkan oleh Indonesia. Selain , juga sudah banyak yang melirik bisnis waralaba minimarket ternama seperti Alfamart. Tak hanya memiliki brand yang sudah cukup dikenal luas di Indonesia, Alfamart juga menawarkan sederet keuntungan dari membuka Alfamart di berbagai .

Sejumlah persyaratan yang dibutuhkan untuk memulai bisnis waralaba Alfamart antara lain harus berupa badan usaha (CV, PT, Koperasi, atau Yayasan), memiliki luas lokasi sekitar 150-250 m2, memiliki dana investasi, memenuhi persyaratan perizinan, serta mengikuti sistem dan Alfamart.

“Pertama harus memiliki properti dengan luasan lahan minimum 150 hingga 250 meter persegi dan secara titik telah disurvei oleh Alfamart. Kemudian sudah disetujui untuk dijalankan, karena tidak semua lokasi sesuai dengan kriteria potensial Alfamart,” ujar Januar Irfansyah, Franchise Relation PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Cabang Bali, seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu dana investasi awal berkisar antara Rp 397 juta hingga Rp 417 juta, tergantung dari luas lokasi. “Investasi ini di luar dari propertinya dan di luar renovasi bangunan, mengingat properti dan lokasi sudah disiapkan duluan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Januar menjelaskan jika investasi awal meliputi Franchise Fee sebesar Rp 45 juta untuk 5 tahun, instalasi kelistrikan dan AC, peralatan gerai. Ada beberapa tipe kerjasama yang ditawarkan, yakni gerai baru, gerai take over, hingga gerai konversi.

Sedangkan untuk keuntungan tergantung dari omzet setiap toko. Namun yang jelas, investor tak perlu bingung memikirkan operasional mini market yang dijalankannya karena bisnis tersebut sepenuhnya dikelola oleh pihak Alfamart.

“Kalau keuntungannya tergantung omzet masing-masing toko, itu bisa diukur dari pendapatan. Keseluruhan keuntungan operasional setelah dikurangi kewajiban adalah keuntungan dari pemilik franchise. Rata-rata investasi yang kami setujui di awal dan lokasinya potensial, akan break even point (BEP) atau kembali modal sekitar 3,5 tahun,” sambungnya.

Kemudian royalti yang dikenakan Alfamart akan dihitung progresif dan dibayarkan ke pewaralaba tergantung jumlah penjualan bersih bulanan dan belum termasuk pajak. “Jadi royalti ini bukan keuntungan yang didapat oleh franchise, royalti ini adalah pendapatan yang didapat dari Alfamart sesuai dengan penjualan bersih dari outlet franchise tersebut. Jadi untuk royalti bila penjualannya kurang dari Rp 150 juta per bulan, Alfamart tidak mengenakan royalti,” paparnya.

Namun jika penjualan bersih berkisar Rp 150-175 juta, maka akan dikalikan 1 persen. “Nah yang dikalikan itu selisihnya, jadi 1 persen dikalikan Rp 25 juta, begitu seterusnya. Royalti ini, yang dikenakan oleh Alfamart terhadap toko tersebut, karena toko tersebut tiap harinya, tiap detiknya, operasionalnya bukan by franchise tetapi by Alfamart, istilahnya kayak beli brandnya,” tandasnya.

Loading...