Tingkatkan Peluang Hamil, Segini Kisaran Biaya Inseminasi Buatan di RS Hermina

Ilustrasi: inseminasi buatan (sumber: sehatq.com)Ilustrasi: inseminasi buatan (sumber: sehatq.com)

Masalah memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan peluang pasangan suami istri untuk dapat segera dianugerahi keturunan. Biasanya ada beberapa pasangan yang bahkan rela melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemungkinan untuk hamil dengan menjalankan berbagai program (promil), salah satunya seperti inseminasi buatan dengan yang kabarnya lebih murah dibanding tabung. Hingga kini sudah banyak di yang menyediakan inseminasi buatan, misalnya saja RS Hermina.

Biaya inseminasi buatan di Hermina menurut informasi beberapa tahun lalu berkisar antara Rp5 jutaan hingga Rp6 jutaan, jadi untuk tahun ini kemungkinan biayanya lebih mahal dari itu. Di klinik atau rumah sakit lain bahkan kabarnya total biaya inseminasi dapat berkisar Rp12 jutaan hingga Rp14 juta.

Dr. Marly Susanti, SpOG menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pasangan suami istri kesulitan untuk memiliki anak. Biasanya hal ini dialami oleh pihak laki-laki maupun perempuan. “Jadi masalah dari laki-laki adalah , lifestyle mempengaruhi maupun kualitas. Merokok, sering begadang atau kurang tidur, sering makan junk food, dan kurang olahraga menjadi penyebab baik bagi perempuan maupun laki-laki,” ujar dr. Marly, seperti dilansir Dakta.

Sementara itu, pada perempuan biasanya dipengaruhi oleh faktor anatomi dan fisiologi. Adapun untuk faktor anatomi disebabkan oleh kelainan bentuk rahim, adanya miom, kista, polip, hingga siklus haid yang tidak teratur. Dalam proses inseminasi, dr. Marly menjelaskan bahwa sperma nantinya akan melalui proses washing sperm, dikonsentrat, dan dipilih yang bagus, kemudian disemprotkan langsung ke dalam rahim.

Tak hanya inseminasi buatan, di RS Hermina pun ada program bayi tabung yang juga memungkinkan pasangan suami istri memiliki probabilitas lebih besar untuk memiliki anak. Prosedur bayi tabung pun sangat berbeda dari inseminasi buatan.

“Berbeda dengan proses bayi tabung. Dengan cara seorang diberikan penyubur, diambil telurnya serta pada saat yang bersamaan seorang pria mengeluarkan sperma serta embriologis dan proses pembuahan dilakukan di mikroskop. Lalu dibiakkan di inkubasi selama tiga hari, setelah terbentuk embrio kita masukan kembali ke dalam rahim,” ujar dr. Marly.

Loading...