Biaya Gratis, Pendaftaran Pesantren As Syafi’iyah Pondok Gede Khusus Putri Bisa Dilakukan Online

pendaftaran, pesantren, as syafi’iyah, pondok, gede, alur, penerimaan, santri, baru, putri, khusus, yatim, tahun, 2018/2019, testing, kelulusan, dan, masuk, asrama, uang, dana, biaya, listrik, tidak, ada, biaya, gratis, seragam, bantuan, pemerintahPesantren (komunitas.bukalapak.com)

Di daerah Pondok Gede, Bekasi, terdapat Pondok Pesantren (Ponpes) Khusus Yatim As-Syafi’iyah. Pesantren tersebut berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar, dan berada di bawah pimpinan Prof. Dr. H. Dailami Firdaus dan H. Moh. Reza Hafiz sebagai pembina.

Di samping itu, pesantren tersebut juga dipegang oleh Prof. Dailami Firdaus yang dibantu oleh Hj. Nurfitria Farhana sebagai kepala rumah tangga pesantren. Kemudian ada Hj Lily Kamalia sebagai kepala bidang SDM Pesantren, dan Hj. Syifa Fauzia sebagai kepala bidang kepesantrenan. Mereka merupakan putra putri almarhum Prof Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS yang melanjutkan perjuangan ibundanya mengasuh dan mendidik anak yatim di pesantren itu.

Untuk ajaran 2018/2019, pesantren tersebut membuka santri baru. Misalnya, bagi santri putri, bisa mendaftar melalui PPDB Online. Alur penerimaan santri dimulai dari , testing, kelulusan, dan masuk asrama. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa menghubungi pihak ponpes.

Demi menjalankan kegiatan mengajar, menurut Pimpinan Pondok Pesantren Yatim As-Syafi’iyah mengatakan bahwa pihaknya belum pernah menerima bantuan dana dari . Pesantren tersebut menanggung segala kebutuhan pokok santri mereka.

Pesantren tersebut tidak hanya mendidik santrinya di bidang keagamaan, tetapi juga diberikan ilmu umum. Tidak ada yang dipungut oleh pimpinan pesantren. “Biayanya gratis. Tidak ada bagi santri. Rezeki Allah yang mengatur. Alhamdulillah, kami ikhlas saja karena ini perjuangan. Kalau dihitung-hitung ratusan juta biayanya setiap bulan,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Dailami Firdaus.

Sebaliknya, pesantren tersebut setiap hari memberikan subsidi, baik kebutuhan pokok maupun seragam . Jenjang pendidikan yang ada terdiri dari SD, SMP, dan SMA Umum serta Madrasah Ibtidaiyah untuk ilmu .

Dailami mengatakan bahwa pesantren tersebut memberlakukan peraturan batasan dalam hal penerimaan santri. Ia merasa khawatir apabila semua kaum duafa ditampung di pesantrennya, karena biaya yang dikeluarkan akan menjadi semakin besar jumlahnya. “Jadi setiap tahun ajaran baru 100an santri karena biayanya besar. Sekarang saja sudah ratusan juta,” katanya.

Uang sejumlah ratusan juta tersebut bukan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup para santri. Tetapi juga untuk membeli seragam dan membayar listrik. Lalu, dari mana asalnya uang ratusan juta yang dikeluarkan pesantren untuk membiayai segala kebutuhan santri? Dailami mengatakan, dana tersebut dicari oleh pimpinan pesantren, ada juga yang berasal dari sumbangan banyak pihak, para dermawan, anggota majelis taklim dan pribadi-pribadi yang terpanggil untuk membantu.

“Kan ada ibunda saya punya majelis pengajian, majelis Ibu-ibu dan bapak-bapak. Ada yang nyumbang beras, sarimi dan duit. Tapi kalau bantuan dari pemerintah belum ada. Dulu pernah dapat bantuan dana BOS, tapi itu tidak cukup,” katanya.

Loading...