Rujukan Treatment Estetika, Ini Biaya Dokter Kulit di RSCM

Dokter Spesialis Kulit - www.apexskin.comDokter Spesialis Kulit - www.apexskin.com

JAKARTA – Jika Anda memiliki permasalahan seputar atau ingin mempercantik Anda, sebaiknya memang menemui kulit. Untuk mereka yang berdomisili di Jakarta, salah satu rumah sakit legendaris, yakni RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) juga sudah menyediakan tenaga kulit yang kompeten. Biaya konsultasi dan periksa bervariasi, tergantung keluhan yang dialami .

“Pada tahun 2008, ada 10 divisi, yakni Dermatologi Umum, Dermatologi Pediatrik, Dermatologi Geriartri, Dermatologi Alergi-Imunologi, Dermatologi Kosmetik, Tumor dan Bedah Kulit, Dermatopatologi, Dermatomikologi, Morbus Hansen, dan Infeksi Menular Seksual,” tulis Departemen Kulit dan Kelamin RSCM. “Dengan adanya BPJS dengan alur referral yang semakin baik, mulai Juni 2015, Divisi Dermatomikologi, Morbus Hansen, dan Dermatologi Umum digabung menjadi Divisi Infeksi Tropik.”

Saat ini, setidaknya ada lebih dari 20 dokter spesialis kulit dan kelamin yang beroperasi di cluster Aesthetic RSCM Jakarta. Sementara, empat dokter lainnya beroperasi di cluster Uronephrology RSCM Jakarta. Dokter-dokter ini membuka praktik hari Senin hingga Sabtu, dengan paling pagi pada pukul 09.00 WIB dan paling sore pada pukul 16.00 WIB.

Lalu, berapa biaya yang diperlukan ketika hendak berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter-dokter ini? Biayanya bervariasi, tergantung keluhan masing-masing pasien. Menurut data resmi RSCM Jakarta, konsultasi dokter kulit dan kelamin berkisar Rp200 ribu per pasien. Apabila hendak melakukan perawatan wajah, biayanya dipatok mulai Rp500 ribu menggunakan terapi laser.

RSCM Jakarta sendiri masih menjadi referensi utama untuk melakukan bedah plastik dan perawatan estetika. Ini karena semakin banyak orang, terutama perempuan, yang mengkhawatirkan penuaan. Kebanyakan pasien memilih terapi laser untuk rejuvenation atau meningkatkan kekenyalan kulit karena dinilai lebih cepat mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Jika dibandingkan dengan obat topikal (krim oles) atau dermabrasi dan peeling, terapi laser memang lebih efektif dalam mengencangkan kulit,” papar Kusmasrinah Bramono, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Jakarta Skin Centre, dilansir Kompas. “Meski begitu, tetap ada aturan pasca-tindakan yang perlu dipatuhi oleh pasien agar hasil laser lebih maksimal.”

Loading...