Selenggarakan Diklat Pelaut, Biaya Diklat Rating di STIP Jakarta Berkisar Jutaan Rupiah

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta - beritatrans.comSekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta - beritatrans.com

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta adalah pelayaran yang berada di bawah naungan Badan Diklat Perhubungan Republik Indonesia dan berdiri sejak tahun 1953 silam. Lembaga ini menyelenggarakan program Diploma III (setara dengan BSc) dengan 2 jurusan, yakni Nautika dan Teknika ( kompetensi Klas III) dengan lama antara 3-4 tahun. Tak hanya itu, STIP Jakarta juga melayani berbagai diklat dengan biaya .

Sebagai , untuk diklat penjenjangan keahlian pelaut (upgrading) Nautika ANT I tahun 2019 lalu dipatok Rp17,8 juta, ANT II Rp21,7 juta, ANT II DIV Lanjutan Rp3,55 juta, ANT III Rp21,7 juta, ANT IV Rp14,4 juta, dan ANT V Rp9,5 juta. Sedangkan untuk program diklat penjenjangan pelaut Teknika ATT I dikenai biaya Rp17,8 juta, ATT II Rp22,7 juta, ATT II DIV Lanjutan Rp3,57 juta, ATT III Rp26,8 juta, ATT IV Rp16,3 juta, dan ATT V Rp9,4 juta. Kemudian, diklat rating deck dikenai biaya Rp1,4 juta dan rating engine biayanya sama, Rp1,4 juta. Sayangnya, biaya diklat rating di STIP Jakarta untuk tahun 2020 ini masih belum diumumkan.

Selain diklat berbiaya, STIP Jakarta juga kerap mengadakan diklat di berbagai . Tahun 2019 lalu misalnya, STIP Jakarta sempat mengadakan diklat pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Diklat tersebut dilangsungkan selama lima hari.

Dalam diklat tersebut peserta dilatih tentang bagaimana melakukan teknik pertahanan diri, penanggulangan kebakaran, dasar-dasar P3K. Selain itu, peserta pun diberi pengetahuan tentang perkapalan dan pelayaran, peraturan tentang perikanan, navigasi, dan keselamatan kerja.

“Setelah tamat akan diberikan sertifikat yang diakui Internasional yang berguna untuk bekerja di dunia Kemaritiman, jangan sampai sertifikat ada tapi tidak punya ilmunya,” kata Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H. Said Hasyim, seperti dilansir Goriau.

Dengan memiliki sertifikat pelatihan tersebut, menurut Wabup dapat digunakan oleh para peserta sebagai modal untuk bekerja di industri kemaritiman, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian tentunya dapat membuka peluang kerja baru untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dalam meningkatkan taraf ekonominya.

Loading...