Biaya Cukup Murah, Begini Prosedur Perpanjang SIM B Umum

Biaya, pembuatan, sim, baru, perpanjangan, online, ktp, e-ktp, b1, b2, umum, syarat, prosedur, pemohon, driving, licences, keliling, 2017Kendaraan angkutan berat

Setiap tentunya wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). SIM ini dapat dianggap sebagai surat izin bagi siapa saja yang hendak mengendarai motor tanpa terkecuali.

SIM atau driving license adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan Polri kepada seorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani, rohani, dan memahami peraturan lalu lintas, serta terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Salah satu syarat terpenting untuk bisa mengurus pembuatan SIM baru adalah memiliki KTP, yang mana dalam hal ini berarti untuk dapat berkendara secara legal, seseorang haruslah berusia 17 tahun ke atas. Sementara syarat utama membuat surat izin mengemudi (SIM) secara , yaitu pemohon harus sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik alias e-KTP. Namun, semua itu bisa dilakukan, jika belum punya e-KTP.

Namun bukan tanpa syarat, menurut Kasubdit Registrasi dan Identifikasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Iwan Saktiadi, pemohon harus membawa surat keterangan dari pejabat setempat. “Orang yang bersangkutan harus melampirkan surat bahwa dia sedang mengurus e-KTP, minimal dari RT setempat,” kata Iwan seperti dilansir laman NTMC Polri.

Pemohon juga bisa membawa kartu keluarga (KK) sebagai bukti bahwa orang tersebut sudah cukup umur membuat SIM. Namun, semua itu berlaku untuk masyarakat yang punya masalah pembuatan e-KTP.

Masa berlaku SIM adalah selama 5 tahun, jika sudah habis masa berlakunya, maka pengendara harus melakukan perpanjangan SIM. Pasalnya, Jika terlambat memperpanjang maka pengendara diharuskan membuat SIM baru lagi.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016, pembuatan atau perpanjangan SIM ternyata tidak membutuhkan banyak alias cukup murah. Misalnya saja untuk pembuatan SIM B1 Umum dan B2 Umum sebesar Rp120.000. Sementara biaya perpanjangannya lebih murah, hanya Rp80.000. Besaran ini belum termasuk biaya asuransi Rp30.000, dan tes Rp 25.000. Biaya ini masih sama seperti tahun 2017 lalu karena belum ada peraturan baru.

Seperti diketahui SIM B1 Umum adalah surat izin untuk mengemudikan penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg. Sementara SIM B2 Umum, untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg. Kompol Fahri Siregar, Kepala Seksi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan syarat utama pemohon harus memiliki SIM A, jika belum punya maka tidak bisa memperoleh SIM B1 dan B2.

“SIM A itu sebagai dasar dari B1 dan B2. Karena kalau tidak punya, dianggap belum mampu mengemudikan kendaraan yang kecil. Selain itu, pemohon juga harus sudah punya SIM A lebih dari satu tahun. Jika dianggap memenuhi persyaratan, maka diperbolehkan untuk membuat SIM B1 atau B2,” ucapnya kepada Kompas.

Ia menambahkan proses pembuatannya juga hanya bisa di masing-masing Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas). Ada beberapa tes, mulai teori hingga praktik yang harus dilalui pemohon. “Kalau di tempat SIM keliling itu tidak bisa. Mengenai masa berlaku sama, yaitu lima tahun,” kata dia. “Kalau masa berlakunya sudah habis, SIM B1 atau B2 tetap datang ke Satpas untuk memperpanjang masa aktifnya itu,” tutupnya.

Loading...