Biaya Cukup Mahal & Butuh Proses Lama, Apakah Operasi Angkat Rahim Ditanggung BPJS?

Seorang wanita yang mengalami sakit pada rahimnyaIlustrasi : Seorang wanita yang mengalami sakit pada rahimnya - hellosehat.com

Bagi sebagian besar wanita, penyakit yang berkaitan dengan area kewanitaan mungkin menjadi momok yang cukup menakutkan. Pasalnya, jika seseorang menderita beberapa kondisi yang parah kemungkinan solusi yang dianjurkan dokter akan berujung pada pengangkatan rahim atau histerektomi. angkat rahim biasanya direkomendasikan bagi wanita yang menderita penyakit tertentu dan sudah menjalani berbagai medis, tetapi kondisinya tak juga membaik.

Terdapat beberapa kondisi yang biasanya harus ditangani dengan histerektomi, yaitu menorrhagia atau menstruasi berlebihan, endometriosis atau saat sel-sel lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, radang panggul, miom atau tumor jinak, adenomiosis atau kondisi saat jaringan pada lapisan dalam rahim tumbuh di dinding otot rahim, rahim kendur, hingga kanker kewanitaan (serviks, ovarium, tuba falopi, dan rahim).

Karena termasuk operasi bedah besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk prosedur histerektomi ini pun cukup lama dan biayanya juga relatif . Menurut berbagai sumber, estimasi operasi angkat rahim di sejumlah rumah yang ada di Indonesia berkisar mulai dari Rp 11 jutaan hingga mencapai Rp 25 jutaan, tergantung di rumah mana tindakan dilakukan dan kelas kamar perawatan yang dipilih.

Meskipun mahal, rupanya bagi peserta Kesehatan juga berhak memperoleh tindakan operasi angkat rahim atau histerektomi secara gratis atau tanpa dipungut biaya apabila menggunakan kartu . Namun prosedur ini tentunya harus dilakukan sesuai indikasi medis dan berdasarkan rujukan dari kesehatan (faskes) 1.

Saat ini pun berkembang inovasi operasi bedah minimal invasif dengan menggunakan tenaga robot atau robotic surgery yang ada terdapat di Rumah Sakit (RS) Bunda. Robotic surgery disebut-sebut mampu menyelamatkan pasien dan meningkatkan hidupnya. “Dari sisi nyeri jauh lebih rendah dan presisi dalam tindakan itu lebih akurat. Dalam operasi besar, limitasi kita, jarak dari mata ke bagian yang operasi jauh, meskipun kita juga mengenal laparoskopi biasa, itu menggunakan tongkat enggak gampang,” kata Dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, seperti dilansir Viva.

Lebih lanjut Ivan mengatakan bahwa robotic surgery bisa digunakan untuk berbagai macam bedah tumor dan kanker perut seperti endometriosis, kista, mioma, dan angkat rahim. “Ini jauh lebih cepat dari operasi besar konvensional yang membutuhkan waktu sebulan untuk pemulihan. Biayanya sekitar Rp 90 juta atau Rp 100 juta, itu jauh lebih murah di Malaysia yang sekitar Rp 160 juta, di Singapura Rp 300 juta. Tentu dalam hal ini kita rumah sakit banyak berkorban dalam hal pembiayaan untuk meningkatkan dari operasi bedah minimal invasif,” ucapnya.

Loading...