Biaya BPJS Kesehatan Resmi Naik, Ini Daftarnya

Mulai 1 April lalu, iuran premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) resmi mengalami kenaikan. Kenaikan biaya ini berlaku untuk peserta kelas I dan II, sedangkan biaya peserta kelas III masih tetap.

Untuk peserta kelas I, biaya BPJS yang semula Rp59.500 per bulan meroket Rp80.000 per bulan. Sementara, biaya peserta BPJS kelas II naik dari Rp42.500 per bulan menjadi Rp59.500 per bulan. Adapun biaya peserta kelas III diputuskan tetap Rp25.500 per bulan.

Sebelumnya, biaya untuk kelas III juga direncanakan untuk dinaikkan. Namun karena banyaknya kritik, akhirnya mengubah kebijakan. “ memutuskan untuk dikembalikan. Jadi, biaya tetap Rp25.500 per bulan,” jelas Sekretaris Kabinet, Pramono Agung.

Pembatalan rencana kenaikan itu berlaku untuk kelompok pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau biasa disebut sebagai peserta mandiri. Kelompok ini, kepesertaan BPJS-nya bukan dibiayai (penerima bantuan iuran/PBI) atau pekerja penerima upah (kepesertaan didaftarkan kantor/pemberi kerja).

Meski demikian, sambung Pramono, pasien peserta BPJS kelas III juga bisa dirawat di kelas I. Sebelumnya, peserta kelas III tidak akan bisa menerima pelayanan kelas I. “Jadi, iuran kelas III, namun dalam perjalanan ketika yang bersangkutan sakit memerlukan perawatan kelas I, sekarang diperbolehkan,” jelasnya.

Loading...