Penting untuk Cegah Pemalsuan, Berapa Biaya Barcode GS1?

Barcode GS1 - www.gs1id.orgBarcode GS1 - www.gs1id.org

atau dalam berbagai skala sudah seharusnya memiliki barcode atau kode batang untuk memudahkan identifikasi semua produk yang diperdagangkan. Di , pengajuan barcode bisa didaftarkan pada GS1 selaku perwakilan dari GS1 Global Office (GS1 GO) yang berkantor di Brussel, Belgia. barcode GS1 sendiri memang cukup mahal, oleh sebab itu beberapa UMKM yang masih berskala kecil kadang merasa sangsi untuk mendaftarkan barcode produknya.

Menurut informasi beberapa tahun lalu, biaya pendaftaran barcode GS1 berkisar antara Rp5 jutaan hingga Rp12 jutaan, tergantung besar-kecilnya . Sedangkan untuk UKM biayanya sekitar Rp4 jutaan. Sebagai perbandingan, di GS1 US (Amerika Serikat) biaya pendaftaran barcode dipatok antara USD250 hingga USD10.500 dengan biaya pembaruan (annual renewal fee) antara USD50 sampai USD2.100.

Untuk memperoleh barcode dari GS1 Indonesia, pemohon perlu melengkapi sejumlah berkas persyaratan, seperti fotokopi SIUP, NPWP (perusahaan), akta pendirian perusahaan TDP (Tanda Daftar Perusahaan), KTP orang yang diberi tanggung jawab untuk mengurus barcode, surat kuasa bagi orang yang mengurus pendaftaran keanggotaan GS1 Indonesia, serta fotokopi izin dari Departemen (SP/MD) untuk produk makanan, , dan obat-obatan

Nantinya setelah formulir registrasi dan berkas-berkas diterima, pihak Membership Department akan menganalisis formulir registrasi dan berkas-berkas persyaratan untuk menentukan besarnya iuran keanggotaan GS1 Indonesia. Jadi, besarnya biaya barcode GS1 bisa bervariasi antara satu perusahaan dengan yang lain.

Atas fungsinya yang penting itu pula, perusahaan farmasi Bio Farma mendaftarkan (Covid-19) dengan dua dimensi (2D) matriks berstandar GS1. Hal ini dilakukan guna mencegah pemalsuan setelah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami lakukan juga dengan dua dimensi data matriks yang akan ditempel sehingga bisa dideteksi, dan tidak akan mudah untuk dipalsukan,” kata Kepala Divisi Unit Klinik dan Imunisasi Bio Farma Mahsun Muhammadi, seperti dilansir Antara.

Mahsun pun menjamin pengemasan vaksin Covid-19 akan dilakukan sedemikian rupa sesuai standar untuk menjamin kualitas supaya tetap baik hingga di lokasi pengiriman. Pada setiap label vial vaksin Covid-19 nantinya dilengkapi dengan 2D data matriks yang memuat kode serialisasi yang dibuat secara acak untuk menghindari duplikasi. “Di box-nya kami siapkan dengan standar GS1, jadi ada kode seri tersendiri sehingga ini menghindari duplikasi agar bisa di-tracking (dilacak) semuanya,” tandasnya.

Loading...