Biaya Sampai Ratusan Ribu Rupiah, Amankah Baby Spa untuk Si Kecil?

Ilustrasi : Bayi yang sedang dipijatIlustrasi : Bayi yang sedang dipijat - www.jawapos.com

Baby kini tengah di kalangan muda. Treatment lengkap dengan kolam baby swim yang dikhususkan ini memang begitu disukai karena digadang-gadang menawarkan manfaat yang positif untuk si kecil. Lantaran ini tergolong baru dan biasanya ada di kota-kota besar, baby spa pun dipatok dengan yang beragam, tergantung jenis treatment atau layanan yang dipilih.

Sebagai contoh, di gerai Mom n Jo Surabaya tahun 2018 lalu biaya layanan baby spa berupa baby massage (pijat bayi) 40 menit dibanderol sebesar Rp135 ribu, kemudian layanan ‘Lil Swim selama 20 menit tarifnya Rp135 ribu, Splish Splash Baby Bath selama 20 menit dikenai biaya Rp135 ribu, dan Jump Start Baby selama 40 menit harganya Rp135 ribu. Tersedia pula paket baby spa dengan harga mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu, durasinya lebih dari 1 jam.

Di tempat lain seperti Varastri Salon Day Spa Jogja, baby spa berdurasi 60 menit dikenai biaya Rp145 ribu, sudah termasuk baby swim dan baby massage. Layanan baby swim kabarnya menawarkan banyak manfaat.

“Berenang bagi bayi memiliki banyak manfaat, seperti membantu perkembangan fisik dan psikologis bayi pada masa yang akan datang, bayi tumbuh lebih sehat, cerdas, mandiri, percaya diri, disertai perilaku sosial positif lainnya,” kata dr. Sundari Fadjar, lulusan program doktor Ilmu Kedokteran Universitas Brawijaya selaku owner Fanda Baby Spa, seperti dilansir Radarmalang.

Walaupun kabarnya aman, rupanya ada juga pihak yang menyatakan bahwa baby spa cukup berisiko bagi bayi. Pada sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh organisasi keluarga nirlaba Birthlight and the Swimming Teachers’ Association (STA), perangkat pelampung atau cincin leher yang biasa dipakaikan pada bayi ketika baby spa rupanya dapat berisiko terhadap fisik, neurologis, dan psikologisnya.

“Ada potensi risiko yang terkait penggunaan perangkat leher yang sering yang mengklaim keamanan total dan kenyamanan bagi para bayi, tapi membatasi mereka dari kebebasan bergerak, yang kita tahu kini dapat menyebabkan implikasi jangka panjang,” kata Francoise Freedman, pendiri Birthlight.

“Ketika bayi menggantung vertikal dalam air dengan kepala yang didukung oleh struktur busa kaku, terutama bayi yang berusia di bawah lima bulan, kekhawatiran muncul karena adanya kompresi vertebra lembut dan halus dalam leher bayi, dan ketegangan di ligamen dan otot bayi,” sambungnya.

Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui segala risiko yang mungkin terjadi dari penggunaan pelampung leher bagi anaknya. Apabila ingin menjajal baby spa, sebaiknya para orang tua berkonsultasi terlebih dahulu dengan anak.

Loading...