Biasa Dipakai Ritual Keagamaan di Bali, Bolehkah Gelang Tridatu Digunakan Sebagai Promosi?

Gelang Tridatu - qlapa.comGelang Tridatu - qlapa.com

Umat Hindu di Bali memiliki banyak ritual keagamaan yang biasa mereka jalani sebagai wujud dari ketaatan mereka terhadap Tuhan, salah satunya seperti menggunakan gelang benang Tri Datu yang biasanya setiap sehabis beribadah di Pura. Akan tetapi, pada perjalanannya ternyata gelang dari benang berwarna merah, hitam, dan putih ini bukan hanya menjadi simbol dari pemeluk Hindu saja, melainkan sudah menjadi salah satu tren bahkan bagian dari atau acara tertentu.

Ketua PHDI Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan bahwa bagi umat Hindu Bali, benang Tri Datu atau yang juga biasa disebut Sri Datu melambangkan 3 kekuatan dari 3 dewa utama dalam agama Hindu. “Yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa,” kata Sudiana, seperti dilansir Jawa Pos.

Lebih lanjut Sudiana mengungkapkan, berdasarkan kitab Lontar Agastya Parwa, benang Tridatu digunakan sebagai sarana perlindungan dari kekuatan negatif, sehingga manusia dapat terhindar dari hal-hal negatif dan bisa berpikir lebih bijaksana. Menurut Sudiana, jalinan benang ini bisa dikatakan benar bila ukuran benangnya, besar benangnya sama dijalin saling ikat, bukan terlepas begitu saja atau dijalin seperti jalinan rambut.

“Benang Tri Datu bagi masyarakat Hindu juga difungsikan sebagai sarana dan prasarana upacara keagamaan. Selain itu, benang sebagai atau penghubung antara pemuja dan yang dipuja,” sambungnya.

Sudiana juga mengatakan bahwa tak masalah apabila umat non Hindu saat ini banyak memakai gelang benang Tridatu sebagai bagian dari mode atau fashion. Pasalnya artis sekelas Ariel NOAH saja sebelumnya juga pernah memakai gelang Tridatu saat tampil. “Selain itu memang tidak ada larangan bagi umat non Hindu untuk menggunakan benang Tri Datu ini, sepanjang penggunaannya pada tempat yang tepat,” beber Sudana.

Tempat yang tepat untuk menggunakan gelang Tridatu adalah dikenakan di pergelangan tangan dan dipakai sebagai kalung, bukan untuk gelang kaki. Pasalnya jika dipakai di kaki tanpa adanya tujuan dan ritual yang jelas justru dapat dianggap sebagai pelecehan sebab menggunakan simbol Tri Murti bukan pada tempatnya. “Posisinya tepat, sehingga tidak menjadi pelecehan terhadap simbol Hindu. Tidak masalah jika digunakan umat lain,” tandasnya.

Adapun saat ini gelang Tridatu untuk sudah banyak dijual secara online di berbagai situs e-commerce dengan harga yang cukup , berkisar antara Rp 3.500 hingga Rp 170 ribuan. Selain berbentuk polos, ada pula pengrajin yang membuat gelang Tridatu dengan variasi penambahan monte, manik-manik, dan aksesoris lain yang lebih kekinian.

Loading...