Biasa Dicampurkan Dalam Adonan Kue, Harga Vanili Bubuk 1 Kg Sekitar Rp 42.500

harga, vanili, bubuk, 1, kg, resep, kue, apem, yogyakarta, pasar, tradisional, cetakan, aroma, wangi, online, kemasan, di, kotagede, buka, setiap, hari, essens, digunakan, disukai, pasaran, ekonomis, proses, membuatBubuk aroma vanila (sumber: Tokopedia)

vanilla dalam sajian memang dapat menggoda selera. Di Indonesia, vanilla lebih sering disebut dengan vanili. Penghasil dan rasa itu sering dicampurkan ke dalam adonan bercita rasa manis.

Vanili tersedia dalam berbagai bentuk, seperti batang vanili, ekstrak vanili, pasta vanili, esens vanili, dan vanili bubuk. Untuk batang vanili, biasa disebut juga dengan vanilla pod. Batang itu sebenarnya adalah buah tanaman vanili yang dikeringkan. Biasanya digunakan dengan cara diambil biji-biji kecil di dalamnya.

Lalu, ada ekstrak vanili yang merupakan vanili kering yang direndam di dalam air dan alkohol. Jenis ini termasuk yang banyak digunakan dan disukai karena dapat meningkatkan rasa dan aroma pada .

yang sering digunakan juga adalah vanili bubuk. Jenis ini merupakan sintetis. Jika ditambahkan pada adonan, maka akan memberikan aroma dan terasa pahit jika terlalu banyak digunakan. Harganya terbilang ekonomis, sehingga sering digunakan. Di pasaran, vanili bubuk kemasan 1 kg dijual sekitar Rp 42.500.

Vanili bubuk biasa ditambahkan/dicampurkan ke dalam adonan beberapa kue, contohnya saja kue apem. Bahan ini ditambahkan apabila Anda ingin kue sedikit memiliki aroma . Anda bisa mengikuti berbagai kue apem yang tersedia, baik dari sumber online maupun buku .

Jika Anda tidak ingin melewati proses membuat kue, bisa dengan membeli kue apem langsung jadi. Di daerah Yogyakarta, terdapat kue apem beras Bu Wanti yang sudah ada sejak tahun 1970an. Kue apem beras bisa Anda temukan di pasar tradisional di Pasar Ngasem.

Apem Bu Wanti merupakan usaha keluarga turun temurun, mulai dari sang ibunda dari Bu Wanti hingga Bu Wanti sendiri. “Kala itu Ngasem belum berupa pasar dan ibu masih berjualan di pinggir jalan. Dan, masih terkenal dengan sebutan apem Pasar Ngasem,” tutur Bu Wanti.

Setelah usaha jualan kue itu diteruskan oleh Bu Wanti, barulah diganti nama dengan Apem Beras Bu Wanti. Dengan bantuan keluarga, Bu Wanti mulai membuat adonan apem sejak sore hari. Kemudian, adonan didiamkan hingga keesokan harinya. Dan, sewaktu dimasak, baru ditambah dengan santan dan kelapa muda, lalu dimasak dalam cetakan.

Cetakan yang digunakan juga masih cetakan tradisional dengan menggunakan tungku dengan bahan bakar arang. Bu Wanti sengaja tidak menggunakan kompor namun menggunakan tungku dengan bahan bakar arang. Dan kue apem ini disajikan fresh dan hangat.

Untuk sehari-harinya Bu Wanti bisa menghabiskan sekitar tiga kilo tepung beras namun saat acara tertentu, misal ruwahan bisa lebih dari itu. Di waktu Ruwahan Bu Wanti banyak menerima pesanan. Selain apem di waktu Ruwahan juga menyediakan kolak pisang dan ketan sebagai pelengkap. Satu kue apem dihargai Rp 2.500. Selain di Pasar Ngasem, Apem Bu Wanti juga tersedia di Pasar Kotagede. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Loading...