BI Wajibkan Penggunaan ATM Chip, Berapa Biaya Ganti Kartu ATM BNI?

Biaya, ganti, kartu, ATM, BNI, debit, hilang, rusak, administrasi, teller, petugas, customer, service, chip, BI, Bank Indonesia, kejahatan, skimming, data, magnetik, tabungan, baru, transaksi, nasabah, transfer, uang, kantor, cabang, call center, diblokir, magnetic strip, pita magnetik, masa berlaku,Ilustrasi: kartu ATM BNI (twitter: @BNI)

Setiap yang membuka di akan mendapatkan fasilitas berupa kartu untuk memberikan kemudahan kepada dalam melakukan transaksi. bisa melakukan uang dari ATM, mengambil uang dari ATM, dan lainnya.

Nasabah perlu menyimpan baik-baik kartu ATM yang sudah didapat. Jangan sampai rusak ataupun hilang. Namun, jika kartu ATM hilang, langkah pertama adalah segera hubungi call center BNI 1500046 untuk minta diblokir.

Setelah kartu ATM diblokir maka nasabah bisa mengganti kartu ATM yang baru di kantor cabang Bank BNI. Begitu juga jika kartu ATM Anda rusak, Anda dapat membawa kartu ATM yang rusak ke kantor cabang terdekat.

Saat ingin membuat kartu ATM baru ke kantor cabang BNI, maka siapkan dokumen persyaratannya, termasuk buku tabungan dan KTP. Namun jika kartu ATM hilang, Anda harus menyertakan surat kehilangan dari kepolisian (siapa tahu dibutuhkan) tapi terkadang juga bisa walaupun Anda tidak membawa surat kehilangan.

Kartu ATM Anda akan segera diproses, dan untuk pembuatan atau ganti kartu karena hilang atau rusak, Anda akan dikenaI pembuatan kartu ATM sebesar Rp15.000. Anda bisa membayar ke teller atau ke petugas (customer service) yang sedang melayani Anda.

Demi transaksi nasabah menggunakan /ATM Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh bank yang memiliki kartu untuk melakukan migrasi dari magnetic stripe ke chip.

Aturan ini diimplementasikan secara bertahap namun pada 2021 seluruh bank harus sudah menggunakan chip. Hingga saat ini ada beberapa bank yang sudah menggunakan chip di kartu debitnya, termasuk Bank Mandiri, BNI, BCA, dan CIMB Niaga.

Direktur Information Technology and Digital Banking BNI, Dadang Setiabudi menjelaskan BNI telah melakukan penggantian kartu debit/ATM dari pita magnetik menjadi chip sejak pertengahan tahun lalu.

Menurut dia, sesuai ketentuan BI, proses penggantian dilakukan secara bertahap. “Kartu debit/ATM yang telah memakai chip diberikan kepada nasabah baru. Sedangkan nasabah lama, akan mendapatkannya Kartu Debit/ATM chip ketika mengganti kartu karena habis masa berlaku atau rusak, gratis tidak dikenakan biaya,” ujar dia.

Dadang menjelaskan dengan aktivitas tersebut maka diperkirakan BNI akan mencapai target 30% kartu debit ber-chip pada akhir Desember 2018.

Sementara itu, Direktur Bank Central Asia (BCA) Santoso Liem menjelaskan jika kartu debit sudah menggunakan chip maka keamanannya akan lebih baik. BCA telah mengeluarkan kartu chip untuk debit sejak beberapa tahun lalu. Jadi kartu untuk tabungan yang baru dibuka akan langsung mendapatkan kartu debit yang sudah menggunakan chip.

Menurut Santoso, chip juga digunakan untuk menghindari terjadinya kejahatan seperti skimming. “Security pada kartu akan meningkat dan untuk menghindari terjadinya kejahatan seperti skimming atau penyalinan data di kartu magnetik,” kata Santoso kepada Detik Finance.

Loading...