BI Terapkan GPN, Biaya Administrasi Transfer Antar Bank Via ATM Jadi Lebih Murah?

keuntungan, jadi, agen, kudo, dua, bulan, aplikasi, android, komisi, penjualan, produk, sendiri, di, platform, online, memudahkan, pulsa, kereta, api, toko, lazada, blibli, berrybenka, elevania, bukalapakIlustrasi transaksi via atm

uang adalah salah satu kegiatan yang pasti cukup sering dilakukan. uang tersebut tidak hanya bisa dilakukan antar di bank yang sama, akan tetapi juga antar bank yang berbeda. Nah, kegiatan transfer uang antar bank ini tentu dikenai . Besaran admin bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bank.

Transfer uang antar bank biasanya dilakukan melalui (ATM), dan bisa dilakukan jika bank-bank yang terlibat ikut bekerjasama dan masuk dalam jaringan ATM Bersama atau jaringan ATM Prima. Sebagai informasi, jaringan ATM Bersama beranggotakan 82 bank. Sementara jaringan ATM Prima beranggotakan 57 bank. Selain melalui ATM, transfer antar bank juga dapat dilakukan melalui internet atau Internet Banking dan SMS/ banking.

Ketika melakukan transfer antar bank, nasabah bank umumnya akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp5.000-6.500 per . Bank BCA, Mandiri, BNI termasuk contoh perbankan yang membanderol tarif Rp6.500 untuk transfer antar bank. Sementara Bank seperti CIMB Niaga menerapkan tarif Rp6.500 untuk transfer melalui ATM Bersama dan Prima dan Rp5.000 untuk transfer kliring.

Jumlah yang cukup besar apabila transaksi dilakukan berkali-kali. Keresahan ini kemudian ditangkap sebagai peluang bisnis oleh beberapa orang dengan membuat platform transfer antar bank gratis, seperti Flip.id. Biasanya proses transfernya memakan waktu 20 menit.

Namun, jika nasabah tidak ingin menggunakan aplikasi gratis tersebut, tetap ada kabar gembira. Dikatakan oleh Bank Indonesia, per Juni 2018, nasabah perbankan akan mendapatkan keringanan setiap kali bertransaksi transfer antar bank di ATM. Dikenakan beban biaya Rp 4.000 sekali transaksi dari sebelumnya Rp6.500. Hal itu karena akan diterapkannya program Gerbang Pembayaran Nasional ().

Penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) disebut akan memudahkan transaksi non tunai di Indonesia. Sebab seluruh kanal sistem pembayaran di dalam akan terkoneksi dan menciptakan kemudahan serta efisiensi transaksi. Bank Indonesia (BI) menyebut GPN ini bisa menekan biaya administrasi bulanan di bank, biaya transfer, hingga biaya cek saldo. Ini karena seluruh sistem pembayaran sudah terkoneksi dan menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh penyelenggara bisa lebih mudah.

Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN Bank Indonesia (BI), Pungky P Wibowo mengatakan, dengan diterapkannya GPN pada kartu debit perbankan nasional, membuat masyarakat bertransaksi lebih murah dengan non tunai. Sebelum ada GPN, setiap transaksi yang dilakukan masyarakat menggunakan kartu debit di mesin EDC dikenakan biaya merchant discount rate (MDR) hingga 3% dari nilai transaksi secara off us. Kini, bagi perbankan yang sudah menggunakan logo GPN, biaya MDR menjadi 1%.

“Merchant discount rate, dalam ketentuan kita itu disebutkan kalau sebelumnya kita kena 2,6-3% biaya per transaksi sekarang menjadi 1% sesuai dengan ketentuan. Kita berusaha menjaga itu, supaya masyarakat tertarik untuk melakukan transaksi secara non tunai,” kata Pungky kepada Detik Finance.

Biaya investasi perbankan dalam menyediakan infrastruktur seperti mesin ATM dan mesin EDC juga menjadi lebih sedikit. Pasalnya antar bank yang sudah menggunakan logo GPN pada kartu debitnya bisa menggunakan ATM dan mesin EDC sesama bank berlogo GPN.

Dengan demikian, perbankan bisa fokus mengembangkan infrastruktur di wilayah-wilayah yang masih keterbatasan dalam mengakses sistem keuangan. “Jadi antara seluruh penyelenggara sistem pembayaran itu akan terkoneksi secara sistematis berdasarkan platform yang sama, sehingga masyarakat bisa menggunakannya di mana saja melalui seluruh panel pembayaran secara efisien, efektif dan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Loading...