BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Rebound di Awal Dagang

Keputusan Bank Indonesia mempertahankan acuan tampaknya berimbas positif pada pergerakan rupiah. Seperti diberitakan Index, Garuda mengawali hari ini (21/7) dengan menguat 9 poin atau 0,07% di level Rp13.324 per . Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, spot kembali mengalami apresiasi sebesar 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.322 per .

Pada hari Kamis (20/7) kemarin, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka (BI 7-day Reverse Repo Rate) di level 4,75%, yang berarti suku bunga acuan sudah ditahan oleh bank sentral selama delapan bulan. Sementara itu, untuk suku bunga Deposit Facility, tetap sebesar 4% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%.

Tidak seperti biasanya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kali ini berlangsung cukup lama. Jika biasanya rapat diakhiri konferensi pers pada sore hari, namun pada hari Kamis kemarin, meeting ini diakhiri konferensi pers pada pukul 22.50 WIB. Hasil rapat ini sendiri diumumkan oleh Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Arbonas Hutabarat.

“Keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makro-ekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendorong proses pemulihan domestik,” jelas Arbonas dalam konferensi pers-nya. “Keputusan rapat Bank Indonesia berlaku efektif sejak 21 Juli 2017.”

Bank Indonesia sendiri tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang bersumber dari maupun domestik. Di satu sisi, perekonomian diperkirakan tumbuh lebih rendah akibat dari yang tertahan oleh terbatasnya dampak kebijakan fiskal dan menurunnya prospek minyak. Sementara, perekonomian China diperkirakan tumbuh lebih baik ditopang oleh konsumsi dan ekspor yang meningkat.

Sebelumnya, Ekonom Bahana Sekuritas, Fakhrul Fulvian, mengatakan bahwa Bank Indonesia memang sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan jika melihat perkembangan yang ada di dalam negeri serta faktor global. Menurut Fakhrul, mengingat keseimbangan dalam perekonomian, baik di internal maupun eksternal, yang masih terjaga, maka tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah suku bunga di level yang ada sekarang.

Loading...