Selasa Sore, Rupiah Menguat Usai BI Tahan Suku Bunga

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – nampu terus bergerak naik hingga Selasa (19/5) sore, menyusul keputusan yang mempertahankan acuan tetap di level 4,5%. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda menguat tajam 80 poin atau 0,54% ke level Rp14.770 per AS.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berakhir sore ini memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRR) di level 4,5%. Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing 3,75% dan 5,25%. Putusan ini diambil setelah mempertimbangan kondisi ekonomi dan nasional.

“Kami melihat pandemi virus corona di global menurunkan ekonomi dunia. ekonomi beberapa negara pada kuartal I 2020 menurun tajam,” tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, disalin dari CNN Indonesia. “Sementara, dari sisi domestik, BI memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2020 akan menurun, sejalan dengan dampak virus corona, menjadi lebih rendah dari perkiraan semula.”

Sementara itu, pagi tadi menunjukkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini berada di posisi Rp14.823 per dolar AS, menguat 62 poin atau 0,41% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.885 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang mampu mengalahkan greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,61% dialami won Korea Selatan.

Dari global, indeks dolar AS masih menderita kerugian pada hari Selasa, ketika laporan uji coba vaksin untuk COVID-19 yang dikabarkan memuaskan mengurangi permintaan investor akan aset safe haven seperti greenback. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,201 poin atau 0,22% ke level 99,464 pada pukul 14.52 WIB.

“Ada peningkatan besar dalam (permintaan) aset risiko karena harapan untuk vaksin,” ujar ahli strategi senior FX di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa, seperti disalin Reuters. “Volatilitas jatuh untuk saham dan pendanaan dolar AS lebih rendah. Mudah bagi greenback untuk melemah dan mata uang lain untuk bergerak naik.”

Dilansir CNBC, perusahaan farmasi asal AS, Moderna, dikabarkan semakin dekat dalam menghadirkan vaksin untuk menumpas virus corona. Pada Senin (18/5) waktu setempat, eksperimen yang pertama kali diuji di AS sudah terbukti menghasilkan antibodi pelindung pada sekelompok kecil sukarelawan sehat. Menurut laporan, secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan semua peserta penelitian menghasilkan antibodi terhadap virus.

Loading...