BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – Rupiah mampu mengakhiri perdagangan Kamis (21/1) di zona hijau setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan menahan suku bunga acuan tetap di level 3,75%. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 35 poin atau 0,25% ke level Rp14.000 per .

Sementara itu, yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.00 WIB menetapkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.039 per AS, menguat 26 poin atau 0,18% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.065 per AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,25% dialami ringgit Malaysia dan pelemahan terdalam sebesar 0,26% menghampiri won Korea Selatan.

tampaknya bergairah usai Joe Biden resmi dilantik sebagai Presiden AS ke-46 pada Rabu (20/1) waktu setempat. Pelantikan Biden menjadi pemimpin Negeri Paman Sam meningkatkan optimisme mengenai stimulus besar-besaran. Hal tersebut langsung membuat dolar AS terkulai, 0,167 poin atau 0,18% ke level 90,308 pada pukul 11.08 WIB.

“Sentimen risiko saat ini cukup positif dan kami memperkirakan akan tetap demikian sepanjang tahun 2021, dengan pertumbuhan diperkirakan kembali pulih cukup kuat,” ujar ahli strategi mata uang senior di Barclays Capital di Tokyo, Shinichiro Kadota, dilansir dari Reuters. “Dolar Kanada dan crown Norwegia kemungkinan akan berkinerja lebih baik, sedangkan mata uang Eropa tertinggal.”

Biden resmi dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat tadi malam waktu Indonesia, bersumpah untuk mengakhiri ‘perang tidak beradab’ di negara yang terpecah-belah, yang terguncang oleh ekonomi yang terpukul dan pandemi corona yang telah menewaskan lebih dari 400.000 orang AS. Ia dikabarkan segera mengirimkan proposal stimulus sebesar 1,9 triliun dolar AS ke Kongres untuk mengatasi krisis.Dari dalam negeri, RDG BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5%. Menurut bank sentral, keputusan ini konsisten dengan perkiraan yang rendah dan stabilitas sistem eksternal yang terjaga dalam rangka upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Loading...