BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

JAKARTA – Rupiah berhasil mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Kamis (17/12) sore ketika memutuskan menahan acuan dalam rapat terakhir tahun 2020, mengikuti kebijakan . Menurut laporan Bloomberg Index pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 17,5 poin atau 0,12% ke level Rp14.107,5 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menempatkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.152 per , terkoreksi tipis 1 poin atau 0,01% dari sebelumnya di level Rp14.151 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang sanggup mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,37% dialami baht Thailand.

Dalam pertemuan yang berlangsung dua hari sejak kemarin (16/12), Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate di level 3,75%. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga, dan upaya bersama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dikutip dari Bisnis, dalam RDG terakhir di tahun 2020, Bank Indonesia mengungkapkan kinerja perekonomian global terus menunjukkan perbaikan dan diperkirakan akan meningkat di 2021. Hal ini terlihat dari perkembangan sejumlah indikator dini pada November 2020 yang mengonfirmasi perbaikan ekonomi global yang terus berlangsung. Kenaikan PMI di manufaktur dan jasa berlanjut di AS dan China, serta keyakinan konsumen dan bisnis membaik di China dan kawasan Eropa.

Dari pasar global, indeks dolar AS tetap berkutat di dekat posisi terendah baru 2,5 tahun terhadap rival utamanya pada hari Kamis karena kemajuan menuju persetujuan paket stimulus AS dan kesepakatan Brexit meningkatkan selera untuk aset berisiko. Mata uang Paman terpantau 0,316 poin atau 0,35% ke level 90,134 pada pukul 10.58 WIB.

Diwartakan Reuters, negosiator Kongres ‘mendekati’ kesepakatan bantuan -19 senilai 900 miliar dolar AS, kata anggota parlemen dan pembantunya. Sementara, di seberang Lautan Atlantik, kepala eksekutif Uni Eropa menuturkan, kesepakatan dengan Inggris sudah lebih dekat, meskipun tidak menjamin kesuksesan. “Karena dunia semakin optimistis tentang prospek pertumbuhan pada 2021, dolar AS terus melemah,” ujar kepala strategi di broker CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy.

Loading...