BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Rabu (19/8) sore setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini memutuskan untuk menahan acuan di level 4%. Menurut catatan Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 72,5 poin atau 0,49% ke level Rp14.772,5 per dolar AS.

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.786 per dolar AS, terapresiasi 121 poin atau 0,81% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.907 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, rupiah naik 67 poin atau 0,45% ke level Rp14.775 per dolar AS.

RDG Bank Indonesia yang berakhir siang tadi memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 4%. Menurut , langkah tersebut dinilai masih konsisten untuk mendorong pemulihan di tengah pandemi COVID-19. ”BI akan terus memastikan kondisi likuiditas perbankan dalam rangka pemulihan dan mendorong perekonomian,” tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Dari , indeks dolar AS naik tipis pada hari Rabu setelah tergelincir ke level terendah 27 bulan pada sesi sebelumnya, tetapi ketidakpastian tentang pemulihan ekonomi AS dan paket stimulus fiskal baru terus membebani . Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,058 poin atau 0,06% ke level 92,329 pada pukul 14.39 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, greenback mencapai posisi terendah terhadap sebagian besar mata uang utama semalam karena program stimulus Federal Reserve melemahkan mata uang dan mengangkat indeks saham AS ke rekor tertinggi. Menurut analis di Sony Financial Holdings, Juntaro Morimoto, ada momentum kuat bagi investor untuk menjual greenback karena telah menurun sejak bulan lalu. “Penjualan dolar AS adalah tren untuk saat ini, jadi saya pikir ada cukup ruang bagi euro untuk mempercepat kenaikannya,” katanya.

Kesepakatan atas stimulus baru tetap sulit dipahami, meskipun Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan bahwa utusan Demokrat di Kongres bersedia untuk memotong bantuan menjadi setengahnya untuk mendapatkan kesepakatan dengan Gedung Putih dan Partai Republik. Memberikan angin sakal tambahan untuk dolar AS, Presiden Donald Trump menuturkan, perubahan besar untuk pemilihan presiden November dapat menyebabkan begitu banyak masalah, yang bisa berpotensi terjadinya pemungutan ulang.

Loading...