BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Melemah di Kamis Sore

Rupiah - radarsukabumi.comRupiah - radarsukabumi.com

JAKARTA – tetap terbenam di teritori merah pada Kamis (25/4) sore setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk menahan acuan di level 6%. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir melemah 81 poin atau 0,57% ke level Rp14.186 per dolar AS.

Dalam rapat yang berakhir siang tadi, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga di level 6%, selain juga menahan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing 5,25% dan 6,75%. Keputusan ini dikatakan sesuai dengan tujuan untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan ke level 2,5% terhadap domestik bruto (PDB), selain sejalan dengan upaya mempertahankan daya tarik pasar keuangan Indonesia.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya juga cenderung bergerak lebih rendah pada hari Kamis, di tengah keterpurukan euro setelah moral Jerman, terbesar Eropa, dilaporkan mengalami penurunan pada bulan April. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,042 poin atau 0,04% ke level 98,131 pada pukul 15.15 WIB.

Diberitakan Reuters, pada Rabu (24/4) kemarin, sebuah laporan terbaru dari Ifo, sebuah ekonomi yang berbasis di Munich, menunjukkan bahwa moral bisnis di Jerman memburuk sepanjang bulan ini, karena ketegangan perdagangan membebani ekonomi negara tersebut. Hal tersebut lantas berimbas negatif pada euro yang harus merosot menuju level terendah 22 bulan terhadap greenback.

“Sebenarnya, kekuatan dolar AS pada perdagangan kemarin lebih disebabkan pelemahan ekonomi negara-negara selain AS,” ujar kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto. “Pertanyaan besarnya adalah apakah pelemahan di Australia dan kawasan Eropa ini bersifat sementara atau tidak. Skenario utama untuk pemulihan di paruh kedua tahun ini adalah di Eropa dan kawasan lainnya.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.154 per dolar AS, terdepresiasi 42 poin atau 0,30% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.112 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,57% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...