BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Gagal Bangkit dari Zona Merah

Rupiah - sumutinvest.comRupiah - sumutinvest.com

Jakarta – Mata uang Garuda mengawali perdagangan hari ini, Jumat (20/7) dengan pelemahan sebesar 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp 14.477 per . Sebelumnya, Kamis (19/7) berakhir terdepresiasi sebesar 28 poin atau 0,19 persen ke level Rp 14.442 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.415 hingga Rp 14.442 per .

Indeks AS yang mengukur gerak the terhadap enam mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, kurs AS naik 0,04 persen menjadi 95,110 lantaran sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis menunjukkan angka yang positif secara umum.

Dilansir Xinhua, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada Kamis (19/7) melaporkan bahwa klaim pengangguran mingguan AS turun ke tingkat terendah sejak 1969. Pada laporan 14 Juli 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai angka 207.000, turun 8.000 dari tingkat yang direvisi pekan sebelumnya. Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 220.500 atau turun 2.750 dari rata-rata yang direvisi minggu sebelumnya.

Greenback juga masih menguat berkat pernyataan dari Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve), Jerome Powell belum lama ini. Pernyataan hawkish Powell mengisyaratkan bahwa kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini.

Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, rupiah masih terpengaruh oleh sentimen pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang bernada hawkish. Terlebih karena ekonomi pada kuartal II 2018 menurun. European Central Bank (ECB) juga menurunkan ekspektasi pertumbuhan zona Eropa. “Sementara Inggris masih berkutat dengan Brexit. Tidak heran pasar melarikan dana ke aset yang lebih stabil seperti AS,” kata Reny, seperti dilansir Kontan.

Analis Asia Tradepoints Futures Andri Hardianto juga berpendapat bahwa keputusan (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan turut menjadi sentimen negatif bagi rupiah. “Setelah keputusan BI keluar, rupiah malah melemah,” katanya. Akan tetapi, Andri justru memprediksi hari ini rupiah bakal menguat lantaran adanya aksi profit taking dari para investor.

Loading...